Kumparan Logo

Harga Minyak Mentah Melesat 4 Persen Usai Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pekerja menaiki 'safety lifting frog' dari kapal ke Anjungan Bravo Flow Station, Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ), lepas pantai utara Subang, Laut Jawa, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pekerja menaiki 'safety lifting frog' dari kapal ke Anjungan Bravo Flow Station, Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ), lepas pantai utara Subang, Laut Jawa, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Harga minyak mentah dan nikel naik tajam pada Rabu (9/4) setelah Presiden AS Donald Trump memberikan jeda 90 hari penerapan tarif impor bagi sebagian negara, meski tetap memberlakukan tarif tinggi 104 persen untuk produk China.

Minyak Mentah

Harga Brent melonjak 4,23 persen ke USD 65,48 per barel, sementara WTI naik 4,65 persen ke USD 62,35. Kenaikan ini dipicu oleh keputusan Trump memberi kelonggaran tarif ke beberapa negara meski tarif ke China dinaikkan jadi 125 persen.

Nikel

Harga nikel naik 3,15 persen ke USD 14.595 per ton, didorong kekhawatiran pasar akibat perang dagang dan pasokan berlebih dari Indonesia.

Timah

Sebaliknya, harga timah anjlok 8,5 persen ke USD 29.824 per ton. Penurunan terjadi meski pasokan terganggu akibat gempa di Myanmar dan konflik di Kongo.

Batu Bara

Harga batu bara turun 1,53% ke USD 96,50 per ton karena produksi global meningkat dan permintaan menurun, terutama dari China dan India.

CPO

Harga CPO turun 1,52% ke MYR 4.146 per ton, dipicu kekhawatiran perlambatan permintaan akibat kebijakan tarif AS dan pelemahan harga minyak global.