Harga Pupuk Turun 20 Persen, Mentan Klaim PT Pupuk Indonesia Makin Untung
·waktu baca 2 menit

Pemerintah resmi menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengeklaim kebijakan itu tidak membuat PT Pupuk Indonesia (Persero) merugi, justru membuat perusahaan tersebut lebih untung.
Sebelumnya, Amran menyebut penurunan harga pupuk ini sebagai peristiwa bersejarah karena belum pernah terjadi sebelumnya.
“Justru PT Pupuk langsung untung,” kata Amran usai konferensi pers Satu Tahun Kinerja Pembangunan Pertanian di Kementan, Jakarta, Rabu (22/10).
Amran juga menuturkan nilai keuntungan PT Pupuk Indonesia pada tahun depan bisa mencapai Rp 2,5 triliun dengan adanya kebijakan ini.
“Tahun depan, dengan harga pupuk turun, justru Pupuk Indonesia tambah untung Rp 2,5 triliun. Ini ada dirutnya. Jadi sudah bertambah keuntungan, volume bertambah, efisien, harga turun,” ujarnya.
Penurunan harga pupuk ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto agar petani dapat meningkatkan produksinya. Apalagi Indonesia menargetkan swasembada pangan maksimal dalam empat tahun ke depan.
Amran menjelaskan, harga pupuk jenis urea turun dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram, atau dari Rp 112.500 menjadi Rp 90.000 per sak. Sementara pupuk NPK turun dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840 per kilogram, atau dari Rp 115.000 menjadi Rp 92.000 per sak.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan hasil efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tanpa menambah alokasi dari APBN. Amran memastikan langkah ini akan berdampak langsung pada peningkatan produksi pertanian nasional.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal kebijakan ini di lapangan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga.
“Kalau ada yang menaikkan harga pupuk, izinnya akan dicabut dan diproses hukum. Ini harus kita kawal bersama,” tegas Amran.
