Harga Shiba Naik 10.000 Persen, Kenapa Volatilitas Harga Uang Kripto Ekstrem?
·waktu baca 2 menit

Perdagangan uang kripto saat ini tengah naik daun di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Sebab cuan yang ditawarkan instrumen ini tak main-main.
Misalnya seperti uang kripto Shiba Inu. Koin virtual berlogo Shiba Inu tersebut diluncurkan sekitar setahun lalu. Saat itu, harga SHIB sangat rendah, bahkan nyaris tak bernilai.
Dikutip dari Coingecko, harga Shiba Ibu pada perdagangan hari ini, Sabtu (15/5) berada di kisaran USD 0,00001800 per keping. Nilai tersebut setara dengan Rp 0,261 (kurs Rp 14.500). Mulanya, harga koin Shiba Inu hanya 0.
Berdasarkan data dari awal terbit di Binance, harga Shiba Inu sudah melonjak lebih dari 10 ribu persen dalam kurun waktu sebulan.
Volume perdagangan dari koin yang diklaim sebagai 'Dogecoin Killer' tersebut mengalami lonjakan signifikan setelah diperdagangkan di platform seperti OKEx dan Binance.
Data coingecko.com menunjukkan, saat ini total kapitalisasi pasar SHIB mencapai USD 8,92 miliar atau sekitar Rp 129,34 triliun. Namun usai berada di titik tertinggi, nilai koin Shiba Inu itu kemudian terkoreksi lebih dari 50 persen.
Menengok peristiwa itu, banyak yang bertanya soal kenapa volatilitas harga uang kripto begitu ekstrem.
Dikutip dari coindesk, harga uang kripto begitu tergantung pada keseimbangan penawaran dan permintaan. Saat uang kripto tengah populer dan banyak permintaan, harganya bakal naik.
Biasanya uang kripto yang tengah populer bakal disorot oleh pemberitaan dan berbagai forum trader. Di saat itu pula, banyak pihak yang merekomendasikan untuk membeli koin yang sedang hype.
Di samping itu, harga uang kripto juga begitu terdampak oleh ujaran tokoh terkenal seperti Elon Musk dan kebijakan sebuah negara terhadap instrumen ini.
Atas fakta-fakta tersebut, dapat diketahui bahwa investasi di uang kripto memiliki risiko yang sangat tinggi. Sebab harga uang kripto biasa naik dan turun dalam sekejap.
*****
Ingin tahu peluang cuang dan risiko investasi uang kripto? Ikuti 'Kelas Investasi' bersama professional trader/trading coach Michael Yeoh, Senin 31 Mei 2021 pukul 14.00 live di Instagram kumparan.
