Kumparan Logo

Harga Telur Ayam Turun di Jakarta, Rata-rata Dijual Rp 27.000 per Kg

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pedagang telur ayam. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pedagang telur ayam. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Harga telur ayam di Jakarta Timur terpantau mengalami tren penurunan harga. Di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, harga telur rata-rata berada pada kisaran Rp 27.000 per kg.

Berdasarkan pantauan di pasar tersebut, kumparan menghampiri Roy (19) yang merupakan pedagang telur di sana. Ia menjelaskan bahwa tren penurunan harga ini memang sudah terjadi setelah lebaran Idulfitri.

“Semingguan lebih, satu bulan paling dari habis lebaran, biasanya Rp 30 ribuan (per kg) ke atas,” kata Roy kepada kumparan pada Minggu (10/5).

Terkait penyebab, Roy menduga turunnya harga telur tersebut disebabkan oleh turunnya harga pakan di tingkat peternak. Dengan begitu, harga dari supplier ke pedagang juga ikut mengalami penurunan.

“Dari peternaknya (murah), (sama aja) dagangnya) paling (karena) harga pakan ayam turun,” ujarnya.

“Dari supplier Rp 24.700 per kg, sebelumnya Rp 26.000 per kg,” lanjutnya.

Pedagang telur, Roy (19) di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur. Foto: Argya Maheswara/kumparan

Selain Roy, kumparan juga menghampiri Bagus (24) yang juga pedagang telur di sana. Sama seperti Roy, Bagus menjual telur dengan harga Rp 27.000 per kg. Ia juga menjelaskan penurunan harga merupakan tren yang terjadi usai lebaran Idul Fitri.

“Rp 27.000 per kg. Biasanya Rp 30.000 per kg. Itu dari habis lebaran. Belum tau (karena apa) paling pakan (harga pakan ayam turun),” kata Bagus.

Tak hanya Pasar Kramat Jati, kumparan juga menghampiri toko telur De'Kus Family Telur yang berada di Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur. Di sana Sulis (55) menuturkan harga telur memang fluktuatif.

Saat ini, ia menjual telur dengan harga Rp 26.500 per kg. Angka tersebut menurutnya hanya turun tipis jika dibanding pekan lalu di mana ia menjual telur dengan harga Rp 27.000 per kg.

“Di bilang turun sih enggak, standar, Rp 26.500 per kg. Kalau telur kan turun naik, lagi turun ini, kalau minggu kemarin Rp 27.000 per kg, turunnya hanya Rp 500,” kata Sulis.

Terkait tren harga sejak lebaran Idul Fitri, Sulis menjelaskan saat itu memang harga telur memang sempat menembus level Rp 31.000 per kg.

“Selebihnya turun, sudah (turun jauh dibanding lebaran). Turunnya standar, Rp 500, Rp 500 (perlahan), enggak langsung,” ujarnya.

Selain itu, kumparan juga mengunjungi supplier telur Legi Telur yang berada di Batu Ampar, Kramat Jati Jakarta Timur. Di sana, Fery (29) menjelaskan memang harga telur ada dalam tren penurunan.

Di sana, Fery menjelaskan harga telur eceran ada pada angka Rp 26.000 per kg sementara harga telur untuk grosir ada pada angka Rp 25.999 per kg.

“Kalau kemarin grosirannya Rp 25.500 per kg, ecerannya Rp 27.000 per kg,” ujarnya.

Fery (29), Supplier Legi Telur - Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Argya Maheswara/kumparan

Jika dibanding harga saat lebaran Idulfitri, Fery menuturkan memang terdapat penurunan harga yang jauh. Saat lebaran, harga telur mencapai lebih dari Rp 30.000 per kg.

“Jauh, lebaran itu Rp 30.000 lebih (per kg), seminggu setelah lebaran kayaknya (turun) dikit-dikit, Rp 29.000, Rp 28.000,” kata Fery.

Kementan Akui Ada Penurunan Harga di Tingkat Produsen

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (18/6/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Adapun tren penurunan harga telur ini sudah direspons oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Saat ini, Kementan berkomitmen untuk memperkuat langkah peningkatan serapan pasar dan hilirisasi produk peternakan sebagai strategi utama menstabilkan harga telur ayam ras di tingkat peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan ia memahami tekanan yang dihadapi peternak layer rakyat akibat penurunan harga di tingkat produsen.

“Kami memahami tekanan yang dirasakan peternak layer rakyat akibat fluktuasi harga telur. Arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sangat jelas, negara harus hadir menjaga peternak rakyat agar tetap mampu berusaha dan berkembang,” kata Agung dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (10/5).

Nantinya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) juga berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.