Kumparan Logo

Hari Darmawan Pendiri Matahari Store, Pengusaha yang Tak Pelit Ilmu

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Matahari Departement Store (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Matahari Departement Store (Foto: Wikimedia Commons)

Pendiri Matahari Department Store Hari Darmawan meninggal dunia pagi ini. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi penyebab meninggalnya pengusaha yang juga pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) tersebut.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menyampaikan rasa dukanya yang mendalam. Menurut dia, Hari adalah seorang pekerja keras dan profesional.

"Saya sampaikan turut berduka cita kepada keluarga almarhum. Saya mengenal Pak Hari itu waktu beliau jadi Waketum Aprindo dulu, saya Bendahara. Dia orang yang pekerja keras, humble, profesional," ujar Tutum kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (10/3).

Dia mengatakan, Hari banyak memberikan pelajaran bagi para juniornya. Hari juga terkenal dengan pengusaha yang tak pelit ilmu.

"Kami banyak belajar lah dari beliau. Orang yang baik dan enggak pelit ilmu di dunia usaha," katanya.

Tutum pun sempat kaget ketika mendengar kabar meninggalnya Hari pagi tadi. "Saya dikabari tadi pagi. Tapi belum tahu ini kenapa penyebabnya, masih simpang siur," jelasnya.

Hari Darmawan pernah terpilih sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Semasa krisis moneter tahun 1997, bisnis Darmawan terkena dampaknya dan menanggung kerugian besar. Akhirnya, bisnisnya dibeli oleh Lippo Group. Darmawan sendiri kemudian mendirikan perusahaan baru bernama "Pasar Swalayan Hari-Hari".

Selain di bidang bisnis retail, Hari Darmawan juga telah merambah ke bidang pariwisata dengan membangun Taman Wisata Matahari yang berlokasi di Cisarua, Bogor.