Kumparan Logo

Harita Nickel Beberkan Strategi di Tengah Tekanan Harga dan Tantangan Bisnis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Area operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara. Foto: Dok. Harita Nickel
zoom-in-whitePerbesar
Area operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara. Foto: Dok. Harita Nickel

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel fokus pada efisiensi operasional dan penerapan praktik usaha yang bertanggung jawab di tengah industri nikel global yang semakin menantang.

Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali, menyebutkan perusahaan melanjutkan operasional secara terukur di seluruh rantai nilai terintegrasi, mulai dari kegiatan penambangan hingga pengolahan pada tahun 2026.

"Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab,” katanya melalui keterangan resmi, Jumat (29/5).

Lukito menyebutkan meskipun harga nikel global yang sedang dalam tekanan dan kondisi industri yang menantang, perusahaan tetap menjaga kesinambungan kegiatan usaha dengan berfokus pada efisiensi operasional dan pengelolaan rantai nilai yang bertanggung jawab.

Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 29,63 triliun pada 2025 dan Rp 6,81 triliun pada kuartal I 2026. Dari sisi operasional, seluruh lini produksi berjalan sesuai target yang ditetapkan, mencakup segmen penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi melalui smelter RKEF, serta pengolahan hidrometalurgi melalui smelter HPAL yang menghasilkan MHP dan nikel sulfat.

Perseroan, lanjut Lukito, juga menjaga pendekatan operasional yang terukur di seluruh rantai nilai sebagai respons terhadap dinamika pasar yang sangat dinamis.

Tim Observasi Perkumpulan Telapak menelusuri area pengendalian limpasan di kawasan tambang Harita Nickel di Pulau Obi. Foto: Dok. Istimewa

Dia menambahkan, perseroan saat ini juga telah memasuki tahapan corrective action dalam proses evaluasi kinerja berdasarkan standar The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), serta bersiap menjalani audit Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) Supply Chain Due Diligence Plus (SCDDP) Module sebagai bagian dari penguatan standar ESG lebih lanjut dan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab.

Selain itu, Harita Nickel juga terus memperkuat komitmen pengurangan emisi karbon. Pada Kuartal I 2026, perusahaan mencatat penghindaran emisi sebesar 977.278 ton CO2e, meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya didukung oleh pemanfaatan kembali panas buang (waste heat recovery), penggunaan biosolar, serta penerapan teknologi gasifikasi batu bara.

Perusahaan juga melanjutkan berbagai inisiatif pemanfaatan energi terbarukan secara bertahap, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 MWp, pembangkit listrik berbasis pemanfaatan panas buang dari fasilitas HPAL berkapasitas 50 MWp, serta pengembangan Energy Management System.

"Di tengah dinamika industri yang terus berkembang dan semakin menantang, perusahaan akan tetap berfokus pada efisiensi, optimalisasi operasional, dan penguatan daya saing jangka panjang," tutup Lukito.

instagram embed