Hartadinata Abadi: Berdiri Berkat Modal BRI, Berkembang Lewat IPO

Ferriyadi Hartadinata berdiri dengan bangga di atas panggung main hall Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/4). Di depan para pemilik perusahaan nasabah BRI Group dari berbagai daerah yang hadir di acara Workshop Go Public Bersama BRI Group hasil kerja sama BRI Group dan BEI, pendiri dan pemilik PT Hartadinata Abadi, Tbk ini mendapatkan kesempatan untuk bercerita tentang keputusan perusahaannya untuk melantai di bursa saham.
Keputusan untuk menjadi perusahaan terbuka memang bukan hal lazim di bidang usaha yang ditekuni oleh perusahaannya. PT Hartadinata Abadi, Tbk tercatat menjadi perusahaan perhiasan emas pertama di Indonesia yang mencatatkan diri di bursa saham sejak 2017 lalu.
“Kebanyakan perusahaan emas itu tertutup sekali; siapa pemiliknya, pabriknya di mana, distribusinya gimana. Inilah kesempatan buat kami IPO. Secara tidak langsung, perusahaan kami kemudian menjadi sorotan,” kisahnya tentang latar belakang mengapa ia ingin perusahaannya menjadi perusahaan terbuka.
Namun perjalanan Hartadinata Abadi untuk sampai di titik ini sangat panjang. Ferriyadi berkisah, bisnisnya bermula dari kenekatannya saat muda untuk mencari modal usaha lewat pinjaman.
Berbekal pengalamannya menjadi sales di perusahaan emas, Ferriyadi ingin menjalankan usahanya sendiri di bidang yang sama. Namun setelah pergi ke beberapa bank untuk mencari modal, hanya Bank BRI yang menerimanya.
“Saya harus berterima kasih pada BRI. Saat usia saya masih 22 tahun, saya datang ke bank. Hanya BRI yang menerima saya. Memang kalau usaha kecil paling pas di BRI,” ujarnya.
Berkat modal usaha tersebut, PT Hartadinata Abadi pun berkembang menjadi salah satu perusahaan perhiasan emas lokal yang sukses. Namun, belum puas dengan pencapaian perusahaan, Ferriyadi Hartadinata memutuskan untuk membuat perusahaannya menjadi perusahaan terbuka.
“Tahun 2014 sudah ada rencana untuk jadi perusahaan emas pertama yang listing di bursa,” kisahnya. “Tapi kemudian ternyata ada masalah perpajakan. Kalau mau jadi perusahaan terbuka, semuanya memang harus clean. Semuanya harus terbuka.”
Meski membutuhkan waktu hingga tiga tahun untuk akhirnya melantai di BEI, PT Hartadinata Abadi langsung mendapatkan manfaatnya dengan peningkatan kapasitas produksi di semua pabriknya. Ferriyadi pun mengajak para pengusaha nasabah BRI lainnya untuk berani terjun ke bursa saham.
“Kalau kita lihat, keuntungannya lebih banyak daripada kerugiannya. Kerugiannya bahkan bisa dibilang tidak ada,” ujarnya.
