Kumparan Logo

Hashim Tidak Berniat Bergabung Kabinet Prabowo

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Adik Prabowo Subianto, Hashim Sujono Djojohadikusumo saat dijumpai usai pelantikan DPR periode 2024-2029, Jakpus, Selasa (1/10/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Adik Prabowo Subianto, Hashim Sujono Djojohadikusumo saat dijumpai usai pelantikan DPR periode 2024-2029, Jakpus, Selasa (1/10/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menegaskan tidak akan bergabung dalam Kabinet Zaken Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Keputusannya untuk tidak bergabung kabinet di pemerintahan Prabowo karena ia mengaku tidak ada niatan untuk menduduki kursi menteri.

"Saya tidak ada niat [jadi menteri]. Dan saya kira yang cukup saya ikut menyusun konsep pemerintahnya akan datang," kata dia di Menara Kadin Lantai 29, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (7/10).

Pria kelahiran Jakarta 5 Juni 1954 ini menjelaskan kontribusinya dalam pemerintahan ke depan yaitu dengan membuat konsep program yang diklaim akan memajukan ekonomi.

Beberapa program yang digagas oleh Hashim seperti pembangunan rumah sebanyak 2 juta rumah di pedesaan dan 1 juta apartemen di perkotaan. Selain itu, ia juga orang yang termasuk merumuskan Asta Cita (cita-cita) Prabowo-Gibran.

"Tadi ada lihat perumahan, terus ada rumah sakit. Dan ada beberapa program-program lain. Saya kira ini yang Pak Prabowo menawarkan dan mau persembahkan ke dunia usaha. Ini kita stimulus dan ada lain," kata di.

Hashim juga menyampaikan target penerimaan pada masa kepemimpinan Prabowo sebesar 23 persen dari GDP (Gross Domestic Bruto). Ia juga tak menampik target pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen.

instagram embed