Hasil Survei: 70 Persen Online Shop Lebih Tertarik Pinjam Modal ke Fintech

Mayoritas masyarakat yang berbisnis via online shop lebih memilih melakukan proses pinjaman online dengan cara tidak langsung datang ke kantor. Kesimpulan itu didapatkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan platform Modalku.
Survei ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan pandangan pengusaha online terhadap pinjaman bisnis ke platform peer-to-peer (P2P) lending. Survei dilakukan kepada 200 pengusaha online yang tersebar di Indonesia khususnya wilayah Jawa dengan metode kuantitatif.
“Ketika kita tanya apakah ada kecenderungan tertentu atau preferensi tertentu kalau melakukan pinjaman. Sekitar 70 persen mereka tertarik dengan pinjaman online dan merasa nyaman melakukan prosesnya secara online. Jadi tidak mengajukan pinjaman fisik misal datang ke kantor cabang,” kata Digital Marketing Director Modalku Alexander Christian saat webinar yang digelar Modalku, Rabu (29/7).
Sementara itu platform digital yang paling banyak digunakan oleh 200 pengusaha online dalam menjalankan usahanya didominasi platform e-commerce seperti Shopee 77,5 persen dan Tokopedia 70,5 persen serta aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Line 62 persen. Dalam survei ini pengusaha boleh memilih lebih dari satu platform.
“Kalau diperhatikan nomor 5 dan 6 ada Facebook dan Instagram, mereka juga melakukan sosial media untuk penjualan mereka walaupun sosial media tidak didesain melakukan penjualan langsung. Dan juga di bagian bawah ada website pribadi,” ujar Alexander.
Sementara itu permasalahan usaha yang ingin diselesaikan dengan mendapatkan pinjaman modal adalah untuk meningkatkan stok barang 63,5 persen, mencoba peluang usaha baru 57,5 persen. Meningkatkan pemasaran juga menjadi pilihan dari 200 responden yang disurvei.
“Tapi alasan nomor 3 mereka juga sadar harus melakukan pemasaran online 49,5 persen walaupun mereka berdagang di e-commerce. Mereka juga bisa pilih lebih dari 1 artinya mereka bisa melakukan banyak hal dengan tambahan modal,” tutur Alexander.
