Heboh Tol Cibitung-Cilincing Dijual Rugi Rp 8,36 T, Ini Penjelasan Waskita Karya

12 Oktober 2021 13:32
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Heboh Tol Cibitung-Cilincing Dijual Rugi Rp 8,36 T, Ini Penjelasan Waskita Karya (39733)
searchPerbesar
Foto udara sejumlah kendaran melintasi Jalan Tol Cibitung-Cilincing seksi 1 interchange Telaga Asih di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (31/7/2021). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA
Media sosial dihebohkan dengan kabar Tol Cibitung-Cilincing dijual rugi sebesar Rp 8,36 triliun. Kabar itu menyebar di media sosial, berupa foto tangkapan layar dua berita, masing-masing berjudul 'Biaya Konstruksi Tol Cibitung-Cilincing Bengkak Menjadi Rp 10,80 Triliun' dan 'Tol Cibitung-Cilincing Resmi Terjual Rp 2,44 Triliun'.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya yakni PT Waskita Toll Road, melepas kepemilikannya di Tol Cibitung-Cilincing seharga Rp 2,44 triliun. Harga itu, memang di bawah biaya konstruksi keseluruhan tol tersebut.
Menanggapi kabar jual rugi sebesar Rp 8,36 triliun pada transaksi saham Tol Cibitung-Cilincing, Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum menjelaskan harga Rp 2,44 triliun adalah hanya untuk porsi 55 persen saham yang sebelumnya dimiliki Perseroan. Saham selebihnya 45 persen, dimiliki PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) yang merupakan anak usaha Pelindo II.
PT API inilah yang menjadi pembeli 55 persen saham Waskita Karya di Tol Cibitung-Cilincing. "Nilai divestasi 55 persen penyertaan Waskita Karya ini sebesar Rp2,44 triliun di atas nilai perolehan pada PT CTP selaku pemilik Tol Cibitung-Cilincing senilai Rp 1,92 triliun," kata Ratna Ningrum, Selasa (12/10).
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Heboh Tol Cibitung-Cilincing Dijual Rugi Rp 8,36 T, Ini Penjelasan Waskita Karya (39734)
searchPerbesar
Gedung kantor Waskita Karya. Foto: Dok. BUMN
Dengan demikian, lanjutnya, dari investasi pada PT CTP, Waskita akan memperoleh keuntungan Rp 520 miliar. Selain itu, utang Waskita Karya sebesar Rp 5,8 triliun juga beralih akibat efek dekonsolidasi.
"Di luar nilai investasi Waskita, terdapat juga Kredit Investasi Perbankan dan akumulasi utang lainya yang secara tidak langsung akan beralih ke pemilik baru,” imbuhnya seperti dilansir Antara.
Tol Cibitung-Cilincung menjadi tol ke-4 yang didivestasi Waskita Karya di 2021. Tiga lainnya yakni Tol Medan-Kualanamu, Tol Semarang-Batang, dan Tol Cinere-Serpong. Dana yang diraih sebesar Rp 4,4 triliun, jauh di atas nilai buku yang mencapai Rp 2,3 triliun.
Penjualan jalan tol menjadi salah satu langkah penyehatan keuangan Waskita Karya yang sebelumnya memiliki beban utang sekitar Rp 90 triliun.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020