kumparan
search-gray
Bisnis4 Maret 2020 22:27

Heboh Virus Corona, Bandara Soekarno-Hatta Masih Dipadati 200 Ribu Penumpang

Konten Redaksi kumparan
PTR, Terminal 3 Bandara Internasional Soetta
Suasana ruang tunggu di Lobby Terminal 3 Bandara Internasiona Soekarno-Hatta. Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Merebaknya virus corona ke berbagai negara di dunia termasuk Indonesia, telah menggangu industri penerbangan. Meski ada penutupan sejumlah rute penerbangan, namun PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyatakan, penumpang masih memadati bandara tersebut.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, masih berskala besar mencapai 200.000 penumpang per hari. Meskipun dia mengakui, terjadi eskalasi penyebaran virus corona (Covid-19) di sejumlah negara.
"Iya sih menurun, tapi skalanya masih dalam ratusan ribu, pergi dan terbang. Di Soekarno-Hatta, setiap hari ada 200.000 pergi dan datang," kata Awaluddin saat ditemui pada Acara BUMN Performane Excellence Award 2020 di Jakarta, Rabu (4/3).
Menurut Awaluddin, penghentian sementara penerbangan dari dan menuju China sejak 5 Februari lalu, serta penundaan penerbangan dari dan menuju Jeddah serta Madinnah sejak 27 Februari 2020, tidak membuat jumlah wisatawan menurun secara signifikan.
"Jadi kalau cuma China ditutup, umrah yang mungkin ditunda, itu masih di atas seratusan ribu, baik penerbangan internasional maupun domestik. Ini masih jadi fokus yang kami kawal dengan baik," kata dia menjelaskan situasi di Bandara Soekarno-Hatta.
Terminal 1B, Bandara Soekarno Hatta
Suasana Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta. Foto: Angga Sukma Wijaya/kumparan
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir bahwa wabah Covid-19 atau virus corona sejak minggu terakhir Januari 2020, mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal China ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti memaparkan, pada Januari 2020 kunjungan wisman asal China mengalami kenaikan 1,4 persen jika dibandingkan Januari 2019.
Namun, kenaikan tersebut jauh lebih rendah dibanding kenaikan pada Januari 2019 yang sebesar 73,01 persen jika dibandingkan Januari 2018.
"Ini karena ada dua hal, yaitu Imlek dan Covid-19. Tetap terjadi kenaikan karena ada Imlek, namun naiknya jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena ada Covid-19," kata Yunita.
Meski penerbangan mulai disetop, namun jumlah kunjungan wisman China pada Januari 2020 sebanyak 181.300 kunjungan. Di antaranya termasuk penumpang pesawat.
Yunita juga memaparkan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari 2020 mencapai 1,27 juta kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 5,85 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada Januari 2019 yang berjumlah 1,20 juta kunjungan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white