Kumparan Logo

Himbara dan BCA Sudah Turunkan Bunga Kredit, BI Minta Bank Lainnya Menyusul

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menjaga jarak sosial di bank. Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menjaga jarak sosial di bank. Foto: Dok. BRI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tak bosan meminta perbankan untuk menurunkan bunga kredit. Saat ini, bank sentral telah memangkas suku bunga acuan ke level 3,5 persen, terendah sepanjang sejarah Indonesia.

Perry menjelaskan, penurunan suku bunga kredit saat ini barus direspons oleh bank-bank BUMN atau Himbara dan satu bank swasta, yakni PT BCA Tbk. Dia pun berharap bank lainnya ikut menyusul menurunkan bunga kredit.

“Terima kasih kawan Himbara yang kemarin memenuhi ajakan kami dari KSSK, sudah secara agresif turunkan suku bunga dasar kredit. Kami juga lihat BCA sudah turunkan. Ayo bank-bank yang lain gerak turunkan suku bunga kredit supaya kreditnya naik,” ujar Perry dalam Temu Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Kamis (25/3).

Selain itu, Perry melihat kebijakan bank sentral untuk memacu kredit pada sektor properti dan otomotif telah membuahkan hasil. Menurutnya, penjualan dan kredit pada kedua sektor tersebut mulai meningkat.

"Terlihat properti sudah mulai naik, kredit naik, penjualan naik, tidak hanya tipe 21, tapi juga untuk tipe yang menengah ke atas. Jadi yang selama ini taruh duit di perbankan sudah mulai belanja," jelasnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Dok. Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

Perry menuturkan, BI juga sudah maksimal mendorong perekonomian. Ia lun menjamin likuiditas perbankan akan tetap longgar.

Hingga saat ini, BI telah mengguyur likuiditas ke perbankan atau quantitative easing senilai Rp 781,2 triliun. Angka ini setara dengan 5,1 persen dari PDB. BI juga sudah membiayai Rp 47 triliun untuk membeli vaksin, dari total alokasi anggaran Rp 74 triliun.

“Kami di KSSK mohon juga perbankan menurunkan kredit dan mulai transparansi suku bunga kredit. Bank Himbara sudah mulai, dan bank-bank lain ayo turunkan suku bunga kredit," tambahnya.

Dalam hasil asesmen BI, penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) pada periode Februari 2021 masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 78 basis poin (bps) ke level 9,72 persen.

Sementara suku bunga acuan BI atau BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 125 bps (yoy) sampai dengan Januari 2021.

Hal ini menyebabkan spread SBDK terhadap suku bunga acuan BI cenderung melebar, dari sebesar 5,82 persen pada Januari 2020 menjadi sebesar 6,28 persen pada Januari 2021.

Adapun suku bunga deposito lebih cepat dalam merespons penurunan suku bunga kebijakan, sehingga spread antara suku bunga SBDK dan suku bunga deposito 1 bulan justru mengalami kenaikan, dari 4,86 persen menjadi 5,97 persen.

Dari sisi jenis kredit, SBDK kredit mikro tercatat sebesar 13,77 persen, kredit konsumsi non-KPR 10,71 persen, kredit ritel 9,63 persen, kredit konsumsi KPR 9,61 persen, dan kredit korporasi 9,16 persen.

Dari sisi kelompok bank, SBDK tertinggi hingga Januari 2021 tercatat pada bank-bank BUMN sebesar 10,80 persen diikuti oleh bank pembangunan daerah 9,79 persen, bank umum swasta nasional 9,46 persen, dan bank asing 6,58 persen.