Kumparan Logo

Hippindo Ungkap Pemicu Gerai Ritel Berguguran: Tempat Kegedean

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Transmart Pondok Gede Foto: Gesit Prayogi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Transmart Pondok Gede Foto: Gesit Prayogi/kumparan

Sejumlah perusahaan ritel semakin sulit bernapas di tengah berbagai tekanan ekonomi saat ini. Salah satunya Transmart yang menutup permanen sejumlah ritelnya di Indonesia akibat penjualan yang lesu.

Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menilai salah satu penyebab gugurnya industri ritel di Indonesia lantaran perubahan kebiasaan berbelanja masyarakat.

Menurut pengamatannya, saat ini masyarakat cenderung memilih berbelanja ke ritel yang lebih kecil untuk menghemat waktu aktivitas belanja.

embed from external kumparan

“Itu karena kegedean. Orang sekarang enggak mungkin muter-muter (karena) kegedean. Sekarang itu konsepnya fast and greet, belanja terus pulang,” kata Budi saat di temui di Sarinah Jakarta, Rabu (8/3).

Menurut Budi, para pengusaha ritel perlu mengubah konsep ritel dengan mengecilkan lokasi berbelanja karena masyarakat saat ini tak ingin menghabiskan waktu berbelanja di supermarket dengan mengelilingi lokasi yang besar.

Ia menyarankan agar pengusaha ritel untuk memperbanyak gerai restoran dan fashion karena penjualan di kedua sektor tersebut yang saat ini paling tumbuh di 2023. Pertumbuhan industri ritel ini juga didorong oleh tingginya perjalanan jalur darat yang merata di daerah-daerah.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Miftah Farid, Budihardjo Iduansjah-Ketua Umum HIPPINDO, an Sri Effendi Norwawi- Chairman Malaysia Institute of Economic Research, dan Dato Bruce Lim, CEO JD.com, saat penandatangan MoU. Foto: Alfadillah/kumparan

“Yang bermasalah yang gede-gede aja, mungkin karena orang sekarang maunya cepat. Supermarket yang besar-besar harus kecilin (tempat) atau banyakin restoran,” ujar Budi.

Meski begitu, Budihardjo optimistis tren industri ritel masih tetap cerah mengingat saat ini pemerintah sudah mencabut status PPKM dan aktivitas masyarakat kembali semula sebelum pandemi.