Kumparan Logo

Hiswana Migas Ungkap Ada Antrean di SPBU Banda Aceh, Apa Penyebabnya?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Antrean panjang terjadi pada sejumlah SPBU di Banda Aceh disebabkan karena perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Antrean panjang terjadi pada sejumlah SPBU di Banda Aceh disebabkan karena perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh mengungkapkan antrean panjang terjadi pada sejumlah SPBU di Banda Aceh. Hal itu disebabkan karena perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi.

Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin, mengatakan perbandingan harga tersebut menjadi faktor utama antrean panjang kendaraan di hampir semua SPBU di Aceh.

“Menjadi penyebab berlarut-larutnya antrean untuk mendapatkan bbm bersubsidi di SPBU,” kata Nahrawi, Jumat (6/1).

Menurutnya, perbedaan harga tersebut memicu terjadinya migrasi konsumen ke BBM subsidi. Selain itu juga ada faktor kondisi perekonomian masyarakat yang dinilai sedang sulit.

“Sehingga memicu masyarakat untuk mencari alternatif pengeluaran yang lebih ekonomis,” ujarnya.

Di sisi lain, Nahrawi melihat proses adaptasi konsumen dalam penggunaan aplikasi My Pertamina juga memberi salah satu pengaruh hingga antrean panjang terus berlarut-larut.

“Mudah-mudahan BPH Migas melalui Pertamina juga segera menambah kuota bbm bersubsidi untuk Aceh,” ungkap Nahrawi.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irpannusir, meminta Pemerintah Aceh melobi Pemerintah Pusat dan pihak terkait lainnya di Jakarta agar bisa menambah kuota BBM bersubsidi.

“Hampir seluruh titik yang ada di Aceh seluruh SPBU itu terjadi kelangkaan minyak bersubsidi,” kata Irpannusir.

Menurutnya, antrean mengular di sejumlah SPBU di Aceh juga karena faktor BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite kerap kosong. “Ini harus benar-benar kita sikapi, tidak hanya di Kota Banda Aceh tetapi dari Seumadam Aceh Tamiang hingga Subulussalam setiap hari macet, minyak langka,” tuturnya.