Humpuss Intermoda Pede Pendapatan Naik 5 Persen Jadi USD 91,2 Juta di 2020

21 Desember 2020 14:15
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Humpuss Intermoda Pede Pendapatan Naik 5 Persen Jadi USD 91,2 Juta di 2020 (51827)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal tanker. Foto: pixabay
ADVERTISEMENT
Emiten pelayaran PT Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) memperkirakan kinerja keuangan perseroan akan menurun pada 2020. Direktur Utama HITS mengatakan prognosa penurunan kinerja keuangan ini disebakan adanya dampak pandemi COVID-19. Meski demikian, perseroan optimistis pendapatan masih tetap akan naik di kisaran 5 persen.
ADVERTISEMENT
“Untuk kinerja keuangan, pada tahun 2020 ini banyak perusahaan yang mengalami kendala karena pandemi. Tidak terkecuali juga HIT. Garis besarnya pendapatan 2020, HIT masih sedikit tumbuh 5,82 persen daripada 2019. Namun demikian untuk EBITDA mengalami penurunan sebesar 10,53 persen dibandingkan 2019,” ujar Budi dalam Public Expose Virtual, Senin (21/12).
Budi mengatakan pihaknya memprediksi pendapatan perseroan akan mencapai USD 91,28 juta. Sedangkan EBITDA perseroan sepanjang tahun ini diprediksi mencapai USD 34,47 juga. Sementara itu untuk laba tahun berjalan, Budi juga mengakui adanya penurunan.
“Laba berjalan walaupun masih mencapai dua digit yaitu USD 10,03 juta, namun dibandingkan 2019 mengalami penurunan sebesar 23,67 persen,” ujarnya.
Budi merinci penurunan laba ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama dari segmen LNG, yaitu adanya peningkatan maintenance dalam rangka Low Sulfur. Kemudian juga perseroan tengah melakukan pra-operation project FSRU Amurang. Sedangkan dari segmen Oil, perseroan mencatat adanya penurunan pendapatan dari 3 kapal minyak. Terakhir dari segmen chemical, adanya pembatalan satu kontrak kapal angkutan amoniak.
ADVERTISEMENT
“Meski di segmen lain ada juga yang naik,” ujarnya.
Seperti diketahui, HITS tengah melakukan pengembangan kapal floating storage regasification unit (FSRU). Rencananya FSRU akan selesai di tahun 2021 mendatang. Adapun saat ini FSRU Jawa 1 sudah selesai dibangun dan memasuki masa percobaan (trial).
Dalam proyek FSRU Jawa 1 ini, HITS bekerjasama secara konsorsium dengan PT Pertamina Power Indonesia, Marubeni Corporation, Sojitz Corporation, dan Mitsui O.S.K Lines.(MOL)., sebagai pemilik power plant. Sedangkan HITS berada di bagian regasification unit.
Nantinya jika pengembangan selesai maka FSRU Jawa 1 ini akan lebih besar ketimbang FSRU yang ada di Jakarta maupun di Lampung. Selain itu HITS juga sedang mengembangkan FSRU lainnya yaitu proyek di Amurang, Sulawesi.
ADVERTISEMENT