Kumparan Logo

Hutama Karya Tak Mau Truk ODOL Masuk Tol: Bikin Jalan Cepat Rusak

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk yang kelebihan muatan atau over dimension over load (Odol) melintas di jalan tol. Foto: Dok. Joko Setiowarno
zoom-in-whitePerbesar
Truk yang kelebihan muatan atau over dimension over load (Odol) melintas di jalan tol. Foto: Dok. Joko Setiowarno

Truk ODOL atau Over Dimension Over Loading menjadi permasalahan yang menghantui khususnya bagi pengelola jalan tol. ODOL dianggap bisa membahayakan pengguna dan merusak jalan tol karena bobotnya berlebih dari standar yang ditentukan.

Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, J. Aries Dewantoro, tidak menampik ODOL masih ada di tengah larangan mudik.

“Kita berharap sebenarnya ODOL itu tidak lewat jalan tol kita,” kata Aries saat konferensi pers secara virtual, Kamis (6/5).

Aries menegaskan truk ODOL memang harus ditindak oleh pihak terkait. Apalagi, kata Aries, kendaraan tersebut bisa juga merugikan pihaknya.

“Karena secara manfaat pun sebenarnya buat kita malah bikin rusak juga jalan kita. Yang kedua membahayakan dari pengendara lain sebenarnya,” ujar Aries.

Sejumlah kendaraan memadati ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (5/5). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Aries mengungkapkan penindakan truk ODOL menjadi kewenangan pihak Perhubungan dan Ditlantas. Ia menegaskan pihaknya siap membantu dalam memberantasnya.

Dalam masa larangan mudik ini, Aries mengharapkan truk ODOL tersebut benar-benar bisa dikondisikan.

“Kita mengikuti regulasi mereka saja. Tapi memang kita berharap masa penyekatan agar logistik bisa diharapkan lewat. Mudah-mudahan saja kita bisa kerja sama dengan teman Ditlantas dan Dishub agar bisa menyaring ODOL supaya tidak masuk di jalan tol kita,” tutur Aries.