Kumparan Logo

Hypermart Buka Kemungkinan Masuk GoMart

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hypermart Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
zoom-in-whitePerbesar
Hypermart Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga

Induk emiten Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL), membuka kemungkinan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) atau pengelola Hypermart masuk dalam lini bisnis Grup GoTo. Adapun selama ini santer wacana Hypermart akan menjadi online groceries terbesar di Indonesia dengan kolaborasinya bersama GoMart.

"Balik lagi saya katakan, yang kemungkinan akan ada MPPA dan pihak GoTo, karena memang investasi membutuhkan perencanaan. Namun sekali lagi, semua tahap perencanaan," ujar Direktur Multipolar Agus Arismunandar saat public expose insidentil virtual, Selasa (25/5).

Meski demikian, Agus enggan menjelaskan lebih rinci mengenai kemungkinan tersebut. Namun dia memastikan, saat ini prospek industri ritel modern di Indonesia, utamanya yang dibarengi platform digital, masih sangat menjanjikan.

Hal tersebut seiring penetrasi ritel modern di Tanah Air hanya 19 persen, masih sangat rendah dibandingkan negara lain. Filipina memiliki penetrasi ritel modern sebesar 30 persen, Malaysia 40 persen, bahkan Singapura mencapai 75 persen.

"Rendahnya ritel modern ini dan populasi yang tinggi, kami percaya bisnis ritel masih sangat menjanjikan ke depannya, masih sangat cerah," katanya.

"Kami melihat bahwa prospek ritel modern dengan platform digital online akan memiliki prospek baik," pungkasnya.

Gojek sebelumnya resmi masuk Lippo Grup, setelah anak usahanya, PT Pradipa Darpa Bangsa, memborong 358.530.900 atau setara 4,76 persen saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), induk bisnis Hypermart, Primo, dan Foodmart.

Adapun PT Pradipa Darpa Bangsa membeli saham MPPA yang sebelumnya dimiliki oleh PT Multipolar Tbk (MLPL), entitas usaha yang juga masih berada di bawah Lippo Group.

Langkah Gojek mencaplok saham induk Hypermart ini cukup menarik perhatian, sebab pasar ritel offline kini tengah lesu. Sebaliknya ritel online justru sedang menemukan momentumnya. Di sisi lain, Gojek sendiri diketahui juga memiliki layanan pesan antar untuk barang kebutuhan sehari-hari bernama GoMart.

Hyermart Foto: supermalkarawaci.com

Dari fakta tersebut nampaknya bisa terbaca bahwa tujuan Gojek masuk ke bisnis ritel Lippo Group adalah untuk melengkapi bisnis omnichannel MPPA lewat GoMart.

Hingga saat ini, MPPA telah mengoperasikan lebih dari 222 gerai, 100 di antaranya adalah gerai Hypermart. Dengan jumlah yang banyak dan persebaran yang luas hingga tingkat kecamatan, maka ada kemungkinan stock keeping unit (SKU) gerai Hypermart dan Hyfresh bakal terintegrasi dengan Go Mart.

Ini akan memungkinkan Hypermart bisa berubah menjadi online groceries terbesar di Indonesia dengan kolaborasinya bersama Go Mart. Belum lagi, MPPA juga berencana untuk terus menambah jumlah gerai. Tahun ini MPPA bahkan menargetkan membuka hingga 6 gerai baru.

"Kami masih terus melakukan pengembangan bisnis, dan pembukaan gerai-gerai baru. Target untuk membuka gerai baru sekitar 5-6 gerai. Nilai capex yang diperkirakan sekitar Rp 5 miliar per toko," ujar Corporate Secretary dan Public Relations & Communications Director MPPA Danny Konjongian beberapa waktu lalu.