Kumparan Logo

Hyundai Bangun Pabrik di Bekasi, Investasi Korea Selatan di RI Naik Kelas

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
All new Hyundai Santa Fe, ilustrasi lambang Hyundai Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
All new Hyundai Santa Fe, ilustrasi lambang Hyundai Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Realisasi investasi Korea Selatan (Korsel) di Indonesia mencapai USD 900 juta atau sekitar Rp 13 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar AS). Nilai tersebut sekaligus menjadikan Korsel sebagai negara terbesar ketiga yang menanamkan modalnya di Tanah Air.

Posisi Korsel tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode Januari-Maret 2020, investasi Korsel hanya USD 130 juta atau berada di posisi ke delapan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, paling tinggi Korsel menempati posisi kelima atau keenam pada penanaman modal asing (PMA) di Indonesia. Kenaikan posisi Korsel ini salah satunya didorong oleh pembangunan pabrik mobil Hyundai di Deltamas, Cikarang, Bekasi.

“Salah satunya karena pembangunan pabrik Hyundai, yang pada 2022 nanti di Maret-April mobil listrik bisa kita produksi,” ujar Bahlil saat konferensi pers virtual, Senin (26/4).

Adapun total investasi Hyundai dalam pembangunan pabrik tersebut sebesar USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun. Saat ini, kata Bahlil, realisasi tersebut sudah tercapai Rp 13-15 triliun.

"Ini menunjukkan kinerja perusahaan Korea dan beberapa perusahaan lain pun berjalan baik," jelasnya.

Young Tack Lee President of Hyundai Motor Asia Pasific Headquarters bersama Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahdalia. Foto: dok. Hyundai

Sebelumnya, BKPM mencatat total realisasi investasi selama kuartal I 2021 sebesar Rp 219,7 triliun.Realisasi ini naik tipis 4,3 persen persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) dan naik 2,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq).

Secara rinci, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di kuartal I 2021 senilai Rp 108 triliun, naik 4,2 persen (qtq), namun minus 4,2 persen (yoy). Sedangkan penanaman modal asing (PMA) senilai Rp 111,7 triliun atau naik tipis 0,6 persen (qtq) maupun tahunan naik 14 persen (yoy).

Investasi yang masuk di Pulau Jawa selama periode Januari-Maret 2021 sebesar Rp 105,3 triliun, turun 2,7 persen (yoy). Sementara investasi di luar Pulau Jawa meningkat 11,7 persen (yoy) menjadi Rp 114,4 triliun.