Ibu-ibu Borong Baju Lebaran, Pedagang Pasar Tanah Abang Kebanjiran Pesanan
ยทwaktu baca 4 menit

Setelah dua tahun sepi, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai dipadati pembeli. Keramaian terjadi sejak pukul 10:00 WIB. Kepadatan terlihat dari berbagai titik, salah satunya dari jembatan penyeberangan multiguna atau skybridge yang terhubung dengan Stasiun Tanah Abang.
Salah satu pengujung bernama Endang mengaku datang ke Pasar Tanah Abang hari ini khusus untuk membeli baju Lebaran untuk keluarganya. Dia membawa serta kedua anak dan ibunya.
Dia mengaku setiap tahun menjelang Idul Fitri selalu mengunjungi Pasar Tanah Abang. "Beli keperluan untuk Lebaran, baju atasan sama kerudung untuk anak, juga buat saya. Beli makanan juga paling kurma buat buka puasa," kata dia ditemui kumparan, Minggu (17/4).
Endang mengaku dirinya memilih Pasar Tanah Abang sebagai lokasi belanja karena banyak pilihan, harganya juga terjangkau. Namun tahun ini dia merasa lebih ramai dari tahun sebelumnya.
"Belinya antre, pada desak-desakan. Tahun lalu ke sini juga cuma enggak desekan, masih lega dah pokoknya," imbuhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Juhaeni. Dia datang dari Bogor ke Pasar Tanah Abang untuk membeli pakaian Lebaran hingga mukena. Tak hanya sendiri, dia datang bersama beberapa tetangganya. Dihitung-hitung, kata dia, ada 7 potong pakaian yang dibeli.
"Ke Tanah Abang enak, tinggal naik kereta dari Bogor. Di sini lengkap ada banyak model gamis-gamisnya. Tapi memang padet banget, karena tanggal merah ya, dari arah stasiun sampai ke Blok A ini sudah ramai banget," kata dia.
Pedagang Mulai Kebanjiran Pesanan
Keputusan pemerintah melonggarkan aktivitas selama bulan puasa hingga diperbolehkannya mudik tahun ini memang sangat berdampak signifikan pada kondisi Pasar Tanah Abang.
Dua tahun lalu, pasar grosir terbesar di Asia Tenggara ini sepi karena naiknya kasus pandemi COVID-19. Kini, pedagang mulai kebanjiran pesanan karena pembeli banyak berdatangan.
Ilham, salah satu pedagang pakaian di sini mengaku sebelumnya khawatir Pasar Tanah Abang bakal ditutup karena mulai ramai pengunjung bahkan sejak 2 pekan sebelum bulan puasa tahun ini.
"Khawatir ditutup lagi, pengaruhnya ke jumlah produk yang diproduksi. Jadi dari segi permintaan banyak tapi pengadaan kurang, karena kita khawatir (ditutup lagi). Enggak nyangka antusiasme gede," kata Ilham saat berbincang dengan kumparan.
Ilham mengatakan Lebaran tahun ini antusiasme masyarakat meningkat drastis dibanding tahun lalu. Kendati masih untung, namun dirinya mengaku seharusnya bisa dapat untung lebih bila dari pengadaan lebih dipersiapkan lagi.
"Omzet meningkat sedikit, gak sampai 50 persen. Kita gak ada persiapan buat handle antusiasmenya," jelasnya.
Ilham bercerita, sejak pemerintah melonggarkan mobilitas transportasi, dirinya mengaku mulai mendapat banyak pesanan dari daerah-daerah. Padahal ketika pandemi pengiriman tersebut agak terganggu.
"Pemberitaan yang perjalanan tanpa pakai syarat antigen sangat berpengaruh. Sekarang mulai kirim barang untuk daerah lain. Luar kota lebih berani," ujarnya.
Ilham sendiri merupakan pedagang yang menjual pakaian muslim seperti baju koko, sajadah hingga sarung. Dia menjualnya secara grosir dengan pembelian minimal 5 produk dan harga yang bervariasi, mulai dari sajadah paling mahal seharga Rp 130.000 hingga baju koko seharga Rp 90.000.
Jika Ilham masih untung meski tak maksimal, nasib justru berbanding terbalik dengan Alim. Dia mengaku toko grosir yang dia jaga sejak pagi belum ada satu pun pembeli. Dia menjajakan celana pria berbahan jeans mulai dari berbagai merek dan ukuran.
"Mendekati Lebaran kalau penjual grosir malah sepi, masyarakat kebanyakan belinya eceran. Apalagi ini minggu, hari ini aja kita belum dapat (pembeli)," kata dia.
Walau begitu, Alim mengaku Lebaran tahun ini masih mendingan dibandingkan dengan tahun lalu.
"Kalau omzet saya kurang tahu, saya cuma jaga di sini. Yang pasti kalau grosir Lebaran begini sepi," pungkasnya.
Gamis Berbahan Armani Silk Laris Manis
Mayoritas pembeli yang berbelanja di Pasar Tanah Abang membeli pakaian di toko eceran. Salah satu karyawan toko gamis, Sasa mengatakan kebanyakan masyarakat membeli gamis polos berbahan armani silk.
"Paling banyak dicari gamis bahan armani silk yang motif renda polos. Itu tren tahun lalu sekarang ramai lagi," kata dia.
Adapun harganya rata-rata dijual seharga Rp 280.000. Sebagai karyawan penjaga toko, dirinya tak tahu berapa peningkatan omzet selama Lebaran ini. Namun yang pasti jumlah pembelinya kini lebih banyak.
"Omzet kurang tahu, tapi yang pasti meningkat. Pembelinya saja lebih banyak dari biasanya," kata dia.
