Ibu Kota Pindah, Kemenkeu Sebut Belum Ada Kementerian yang Serahkan Asetnya
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi memastikan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur akan terus berlanjut. Saat ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus melakukan pemetaan terkait pemanfaatan aset kementerian dan lembaga.
Namun, Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban mengatakan, sampai saat ini belum ada kementerian atau lembaga yang secara resmi menyerahkan asetnya. Menurutnya ini hal yang wajar, karena memang belum ada perpindahan.
"Jadi mengenai IKN, jadi memang kita akan sesuai sequence, tapi sampai saat ini dari K/L belum ada yang resmi. Jadi biasanya, menurut kita itu nanti setelah pindah, baru kemudian akan ada proses di mana pengguna barang menyerahkan kepada kami sebagai pengelola barang," ujar Rionald dalam diskusi virtual, Jumat (10/9).
Dia juga menyebut, jika memang nantinya kementerian dan lembaga dipindah, belum tentu aset yang ada saat ini tak lagi digunakan. Sehingga posisinya saat ini belum ada kepastian dan belum ada proses yang berlangsung terkait pemanfaatan aset.
"Jadi dugaan kami nanti setelah kepindahan berlangsung, barulah pengguna barang akan diskusi dengan kami sebagai pengelola barang mengenai aset-aset yang mereka tinggalkan, itu juga enggak berarti kalau terjadi pemindahan, gini kita enggak bisa berasumsi secara pasti ketika pindahan maka pengguna enggak butuh," tuturnya.
Sementara itu Direktur Barang Milik Negara, Encep Sudarwan mengatakan, terkait pemanfaatan aset terus dikaji. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk menyesuaikan dengan tata ruang di Jakarta.
"Sedang kaji aset ini bagusnya diapain, mekanismenya apa, investornya dari mana, dan berapa kira-kira perolehan rupiahnya. Ini sedang dikaji terus karena ada ribuan dan kami koordinasi dengan Pemprov DKI tentang tata ruang, karena harus sinkron kami jadiin apa nanti tata ruang di DKI jadi apa," jelasnya.
Dia mengakui prosesnya memang terkendala karena COVID-19. Namun tetap berjalan sampai saat ini.
"Kami terus bekerja, di DKI ini kan aset sudah kita pilah satu-satu ini bagusnya jadi apa, ini jadi apa, itu udah ada kajian, memang agak terganggu karena COVID kemarin. Nanti kalau duluan yang pindah nanti ada resmilah pengumuman, apakah langsung dimanfaatkan, jadi itu satu kawasan," tutupnya.
