Kumparan Logo

Idul Adha, RI Dibayangi Rupiah yang Hampir Tembus Rp 17.800/Dolar AS

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Nilai tukar rupiah kembali tertekan di Hari Raya Idul Adha 2026 dan nyaris menyentuh level Rp 17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (27/5) pukul 08:30 WIB, kurs rupiah melemah 52 poin (0,29 persen) ke Rp 17.795,5 per dolar AS.

Dalam perdagangan intraday, rupiah bahkan sempat bergerak di rentang Rp 17.745 hingga Rp 17.836,5 per dolar AS. Sementara secara year to date (ytd), rupiah tercatat sudah melemah 6,69 persen. Data Bloomberg juga menunjukkan posisi kurs saat ini sudah melampaui rentang tertinggi 52 minggu sebelumnya di level Rp 17.837 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Ketegangan geopolitik di Iran, tingginya harga minyak, hingga ekspektasi suku bunga tinggi bank sentral AS membuat dolar AS tetap perkasa terhadap mayoritas mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih bergerak dalam tekanan dan berpotensi berada di kisaran Rp17.740 hingga Rp 17.800 per dolar AS dalam jangka pendek. Menurut dia, pasar masih dibayangi sentimen global yang belum stabil, terutama terkait negosiasi AS-Iran dan arah kebijakan Federal Reserve.

Dari dalam negeri, pelemahan rupiah terjadi meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% guna menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, tekanan arus modal asing dan tingginya volatilitas global masih membuat rupiah sulit keluar dari tekanan.

instagram embed