Kumparan Logo

IHSG Anjlok, Erick Thohir Perintahkan 12 BUMN Buyback Saham Rp 8 Triliun

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir perintahkan 12 BUMN membeli kembali (buyback) saham mereka senilai Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun. Arahan ini diberikan Erick karena pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok karena tertekan virus corona.

Juru Bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan langkah tersebut dipicu saham-saham di bursa efek banyak yang amblas, beberapa BUMN merasa nilai fundamental melebihi nilai transaksi di pasar. Erick memanggil para jajaran BUMN tersebut.

"Jadi karena saham turun di bursa, kemudian beberapa BUMN merasa nilai fundamental melebihi nilai transaksi di pasar. Tadi sudah koordinasi untuk buyback saham, ada 12 BUMN yang akan buyback nilainya Rp 7 trilun-Rp 8 triliun," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/3).

Pada perdagangan Senin (9/3), IHSG ditutup tersungkur 361,731 poin (-6,58 persen) ke 5.136,809. Sementara indeks LQ45 ditutup anjlok 73,279 poin (8,26 persen) ke 813.753.

Seluruh indeks sektoral melemah. Sektor aneka industri mencatatkan pelemahan paling tajam, yakni 9,42 persen.

Sejak awal tahun 2020 sampai dengan hari ini, IHSG sudah turun hingga 18,46 persen.

Beberapa BUMN yang sahamnya diminta buyback adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) atau BBRI, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) atau BMRI, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) atau BBTN.

Investor melihat layar monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Selain itu, ada juga BUMN di sektor kontruksi yaitu PT Wijaya Karya Tbk (Persero) atau WIKA, PT Adhi Karya Tbk (Persero) atau ADHI, PT PP Tbk (Persero) atau PTPP, PT Jasa Marga Tbk (Persero) atau JSMR, dan PT Waskita Karya Tbk (Persero) atau WSKT.

Di sektor tambang, ada PT Antam Tbk (Persero) atau ANTM, PT Bukit Asam Tbk (Persero) atau PTBA, dan PT Timah Indonesia Tbk (Persero) atau TINS.

"Periodenya buyback sudah mulai, strateginya diserahkan ke masing-masing perusahaan. Mudah-mudahan ini bisa membuat market bisa confident dan bisa memperbaiki kinerja market kita terhadap isu yang ada," jelas Arya.