Kumparan Logo

IHSG Anjlok ke Level 5.936, Kapitalisasi Pasar Tergerus Jadi Rp 10.426 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 157,61 poin atau 2,59 persen ke level 5.936,14 pada penutupan perdagangan Senin, (12/10).

Koreksi dalam ini menggerus nilai kapitalisasi pasar saham menjadi Rp 10.426,08 triliun.

Tekanan jual meluas dengan 602 saham melemah, 114 saham menguat, dan 77 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp 13,73 triliun dengan volume 62,18 miliar saham.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menjelaskan, pelemahan IHSG dipicu tingginya yield obligasi AS dan penguatan Dolar AS yang memicu aksi jual bersih investor asing (net foreign outflow), khususnya pada saham berkapitalisasi besar.

“Sikap investor yang menanti kepastian data ekonomi AS dan arah suku bunga The Fed turut menahan minat terhadap aset berisiko,” ujar Nafan, Senin, (12/10).

Nafan menyarankan investor menerapkan strategi pembelian bertahap (accumulate buy) pada saham berfundamental kuat yang sedang terkoreksi.

Sementara itu, riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat prospek jangka pendek IHSG masih dibayangi ketidakpastian geopolitik Timur Tengah serta perhelatan pertemuan IMF dan Bank Dunia pada 12 hingga 18 Oktober 2026.

Pelaku pasar minggu ini juga mencermati rilis data inflasi AS dan China serta neraca perdagangan China pada Rabu, (14/10). Data tersebut dinilai bakal menentukan arah suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, dan proyeksi permintaan komoditas.

---