Kumparan Logo

IHSG Diperkirakan Kembali Menguat, Intip Saham yang Berpotensi Cuan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat pada level 6.552 pada pembukaan perdagangan Jumat (28/8). Pada Kamis (27/8), IHSG ditutup melonjak sebesar 116,07 poin atau menguat 1,81 persen ke level 6.521,75.

“Secara teknikal, pergerakan IHSG akan membentuk pola high baru karena faktor uptrend. Berdasarkan indikator, MA20&60 telah menunjukkan positive crossover, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, dan RSI berpotensi membentuk pola golden cross,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Jumat (28/8).

Kata Nafan, dari sisi eksternal penguatan signifikan di bursa saham Wall Street, khususnya indeks Nasdaq yang melonjak lebih dari 1,5 persen akibat terdorong oleh laporan kinerja keuangan Nvidia yang luar biasa.

Meskipun laporan keuangan sektor teknologi membawa sentimen yang positif, pergerakan pasar secara keseluruhan masih dibayangi oleh ketidakpastian kebijakan moneter The Fed.

“Indikator inflasi inti (PCE) yang masih bertahan di atas target 2 persen serta ketahanan pertumbuhan ekonomi AS membuat spekulasi pengetatan Fed Rate tetap menjadi perhatian para pelaku pasar,” terangnya.

Lebih lanjut, menurut Nafan, pidato perdana Kevin Warsh dalam forum Jackson Hall Symposium menjadi salah satu katalis utama bagi pasar global karena investor menunggu kejelasan mengenai arah kebijakan moneter The Fed, khususnya di tengah inflasi AS yang masih menjadi perhatian dan meningkatnya ketidakpastian di pasar obligasi.

Dari sisi domestik, kata dia, kepastian situasi politik dan keamanan dalam negeri pasca-aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR RI kemarin (27/8) yang berakhir damai, beserta kejelasan target pengesahan regulasi, memberikan kelegaan bagi para pelaku pasar sehingga memicu aksi beli di seluruh sektor emiten.

“Selain itu, keputusan DPR yang menargetkan pengesahan UU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026 turut dipersepsikan positif karena memberikan kepastian arah tindak lanjut atas salah satu tuntutan dalam aksi penyampaian pendapat tersebut,” jelas dia.

Di sisi lain, potensi penyesuaian portofolio menjelang rebalancing MSCI pada 31 Agustus 2026 atau mulai berlaku 1 September 2026 masih menjadi perhatian.

Dalam penyesuaian kali ini, saham GOTO dan CPIN dikeluarkan dari kategori Global Standard Index, sementara sembilan emiten terdepak dari kategori Small Cap Index, yakni termasuk ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.

Saham-saham yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Jumat (28/8) meliputi BKSL, DEWA, dan LSIP.

Sementara itu, menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Jumat (28/8) diproyeksi bervariasi. Bisa menguat ke level 6.666 dan melemah ke level 6.290-6.394.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c), cermati area koreksi IHSG yang dapat kami perkirakan berada pada rentang 6.290-6.394. Adapun area penguatan IHSG akan menguji area 6.666,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Jumat (28/8).

Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Jumat (28/8) meliputi DEWA, ENRG, ICBP, dan PTRO.

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.