IHSG Diprediksi Alami Konsolidasi Wajar Jelang Pengumuman Suku Bunga BI
ยทwaktu baca 2 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami konsolidasi wajar pada perdagangan hari ini, Kamis (25/5). Pada penutupan perdagangan Rabu (24/5), IHSG ditutup naik tipis atau 0,14 persen menjadi 6.745,80.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, memprediksi indeks saham akan bergerak dalam rentang 6636 - 6789. Menurut dia, perkembangan pola pergerakan IHSG terlihat masih akan berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi kenaikan terbatas.
Menurut dia, dari sisi capital inflow secara year to date masih menunjukkan minat investasi yang cukup besar ke dalam pasar modal Indonesia. Sedangkan dari sisi fundamental perekonomian juga masih dinilai cukup stabil.
"Faktor faktor tersebut yang menopang pertumbuhan IHSG baik dalam jangka pendek-menengah maupun panjang," kata William dalam prediksinya, Kamis (25/5).
"Sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan investasi bagi investor untuk dapat masuk berinvestasi ke dalam pasar modal Indonesia," imbuhnya.
Saham-saham yang direkomendasikan William, ICBP, BBRI, TLKM, JSMR, ASII, BSDE, TBIG.
Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan IHSG mengalami normal pullback pasca membentuk three white candles di Rabu (24/5). Positive slope pada Stochastic RSI dan MACD mulai menyempit.
"Dengan demikian, IHSG diperkirakan cenderung konsolidatif pada kisaran support 6700 sampai dengan pivot 6760," kata Alrich.
Sentimen negatif eksternal masih membayangi IHSG. Inflasi di Inggris turun ke 8,7 persen yoy di April 2023 dari 10,1 persen yoy di Maret 2023, namun sedikit lebih tinggi dari perkiraan di 8,2 persen yoy.
Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa bank sentral besar di Eropa masih jauh dari terminal rate. Kondisi ini berdampak negatif pada pandangan pasar terhadap outlook ekonomi, khususnya di kawasan Eropa.
Masih terkait kebijakan suku bunga, Alrich memproyeksi, BI kembali mempertahankan suku bunga acuan di 5.75 persen (25/5). Mencermati kondisi ini, pasar dapat memperhatikan peluang maintain buy pada saham-saham rate-sensitive.
Saham yang direkomendasikan Alrich, MEDC, ISAT, PGAS, BFIN, TBIG, JSMR, INCO dan SIDO.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
