Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Melanjutkan Penguatan, Simak Rekomendasi Saham Berikut

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (1/9). Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mencatat struktur teknikal IHSG masih bullish yang ditopang oleh bullish crossover MA20&60, sinyal positif Stochastics, serta kenaikan volume.

Mirae Asset menetapkan level support IHSG pada kisaran 6.453 dan 6.353, sedangkan resistance berada di area 6.552 dan 6.695.

Meski demikian, pasar membayangi risiko musiman September Effect. Data historis 2016–2025 menunjukkan IHSG terkoreksi 7 kali dari 10 tahun terakhir pada September.

Namun, tren ini dipandang sebagai faktor risiko ketimbang kepastian.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari selesainya rebalancing indeks MSCI yang sudah priced-in, kepastian suksesi Gubernur BI Destry Damayanti, serta stabilnya BI Rate di level 5,75 persen.

Namun, tekanan eksternal masih membayangi. Sinyal hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga AS menjadi 64,2 persen, yang memicu lonjakan yield US Treasury 10 tahun ke 4,754 persen dan menekan rupiah ke level Rp 17.722 per dolar AS. Eskalasi konflik militer AS-Iran di Selat Hormuz turut melambungkan harga minyak Brent ke USD 90,43 per barel.

Atas kondisi tersebut, investor disarankan teratur melakukan akumulasi pada saham-saham bervaluasi murah dengan fundamental kuat dan sinyal reversal, sambil mengantisipasi rilis data inflasi, neraca perdagangan, serta Manufaktur PMI Indonesia.

Sementara itu, Pintraco Skuritas melihat secara teknikal, IHSG berpotensi berkonsolidasi di rentang 6.450–6.570 pada Selasa (1/9).

Posisi IHSG masih bertahan di atas garis MA5 dengan indikasi reversal dari Stochastic RSI, meski pergerakan histogram positif MACD tampak mulai melambat.

Phintraco Sekuritas menetapkan level support IHSG di 6.450, pivot di 6.500, dan resistance di 6.570.

Pergerakan pasar hari ini diwarnai penantian rilis data ekonomi domestik. Inflasi Agustus 2026 diproyeksi naik menjadi 3,13 persen (YoY), neraca perdagangan Juli diperkirakan masih defisit USD 0,3 miliar, serta PMI Manufaktur Agustus diestimasi naik tipis ke level 50,5.

Dari global, investor menantikan data PMI Manufaktur Tiongkok (diestimasi 51), inflasi Zona Euro (diestimasi 3,3 persen), serta ISM Manufacturing PMI AS (diestimasi 55,2).

Saham-saham pilihan (top picks) Phintraco Sekuritas untuk hari ini meliputi JSMR, GGRM, BULL, ELSA, ESSA, dan TLKM.

-

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.