Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Melemah, Berikut Rekomendasi Saham Pagi Ini

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Iustrasi bursa efek. Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Iustrasi bursa efek. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Rabu (26/6). Pada perdagangan Selasa (25/6), IHSG melemah 6,461 poin atau 0,09 persen ke level 6.882,704.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan ada potensi konsolidasi lanjutan IHSG dalam rentang 6.830-6.960, terlebih IHSG ditutup di bawah pivot 6.900 pada Selasa.

“Dari eksternal, ekspektasi pelemahan sejumlah data di sektor properti AS berpotensi menjaga peluang pemangkasan The Fed Rate di level saat ini setidaknya untuk sisa pekan ini,” ujar Valdy, Rabu (26/6).

Kondisi tersebut dikombinasikan dengan intervensi Bank Indonesia (BI) di Pasar Keuangan RI berpotensi mendorong penguatan lanjutan pada nilai tukar rupiah. Rupiah menguat ke kisaran Rp 16.370 per dolar AS di Selasa. Terkait penguatan nilai tukar rupiah, memang terjadi net buy investor asing nyaris Rp 8 triliun kemarin.

“Akan tetapi, net buy tersebut disebabkan adanya transaksi atas satu saham spesifik di pasar negosiasi pada perdagangan Selasa,” katanya.

Sementara itu, Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi IHSG menguat dan akan melanjutkan fase uptrend menuju 6.977.

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Karena chart 4H masih bergerak di atas garis SMA-60 dengan candle hammer terbentuk pada chart harian. Namun demikian, penembusan ke bawah 6790 dapat menyeret IHSG menuju 6.730–6.750,” tutur Ivan.

Saham-saham yang dapat diperhatikan pada Rabu dari rekomendasi Valdy antara lain AKRA, MEDC, MDKA, EMTK, dan TLKM. Sedangkan Ivan merekomendasikan saham ADRO, BBRI, CPIN dan PTBA.

*****

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

instagram embed