Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Melemah, Investor Diminta Mencermati Kebijakan Ekonomi The Fed

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (12/4). Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup turun 7,041 poin (0,10 persen) ke 7.203,794.

Pergerakan masih akan ditopang rilis kinerja emiten serta pembagian dividen. Di sisi lain, investor akan mencermati perkembangan dari kebijakan ekonomi The Fed.

Pengamat pasar modal dari MNC Asset Management, Edwin Sebayang, mengatakan naiknya yield obligasi AS dan Indonesia tenor 10 tahun ke level tertinggi baru berpeluang menjadi sentimen negatif pendorong turun IHSG dalam perdagangan hari ini.

"Kekhawatiran naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun di atas 2.79 persen tertinggi sejak Januari 2019 sebagai antisipasi kenaikan agresif FFR di bulan Mei sebesar 50 bps, mendorong aksi profit taking di Wall Street di mana Indeks DJIA turun -1.19 persen dan Indeks Nasdaq turun lebih tajam sebesar -2.18 persen di mana jika dikombinasikan dengan turunnya EIDO sebesar -1.41 persen," terang Edwin dalam prediksinya, Selasa (12/4).

Selain itu juga, lanjut Edwin, harga beberapa komoditas mengalami penurunan, seperti WTI Crude Oil -2.9 persen, Coal -0.78 persen dan Nikel -5.46 persen.

Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Saham yang direkomendasikan Edwin pada perdagangan hari ini adalah AGII, SRTG, MAPI, ICBP, PWON, MIKA dan HEAL.

Sementara itu, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi. Hal ini terlihat dari catatan rekor ATH secara intraday.

"Pola gerak IHSG terlihat kembali dalam rentang konsolidasi wajar pasca mencatatkan rekor ATH secara intraday," kata William dalam prediksinya.

Kenaikan IHSG ditopang oleh arus deras capital inflow yang tercatat masuk ke dalam pasar modal Indonesia.

Di sisi lain, adanya potensi risiko koreksi jangka pendek perlu diwaspadai mengingat pola gerak IHSG dalam rentang konsolidasi wajar.

Adapun saham yang direkomendasikan oleh William, sebagai berikut ICBP, TLKM, ITMG, BBNI, AKRA, LSIP dan KLBF.