IHSG Diprediksi Melemah, Penerapan Saham Rp 1 Masih Jadi Perhatian

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada level 6.016-5.851 pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9). Pada Senin (28/9), IHSG ditutup anjlok 1,51 persen atau 94,033 poin ke level 6.147,859.
“Untuk perdagangan Selasa, 29 September 2026, sentimen IHSG menurut cenderung masih bearish-to-cautious,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Selasa (29/9).
Nafan mengatakan sentimen utama dari global yang akan memengaruhi IHSG antara lain ialah tekanan dari kombinasi suku bunga tinggi, kenaikan harga minyak, inflasi yang persisten, dan ketidakpastian geopolitik.
Pasar saham, kata Nafan, berada di bawah tekanan besar akibat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang melonjak 1,08 persen menjadi 5,243 persen yang merupakan level tertinggi dalam 19 tahun terakhir.
Sementara dari sisi domestik Nafan berpendapat, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah fase penyesuaian pasar terhadap implementasi harga saham minimum Rp 1 dan perubahan mekanisme FCA atau Papan Pemantauan Khusus.
“Sehingga terdapat kemungkinan sebagian investor masih melakukan price discovery dan reposisi portofolio, khususnya pada saham-saham yang sebelumnya berada di harga Rp 50 atau masuk kategori FCA,” ujar Nafan.
Saham-saham yang dapat direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Selasa (29/9) meliputi BBRI, KIJA, dan UNVR.
Senada, MNC Sekuritas juga memperkirakan IHSG pada Selasa (29/9) melemah pada rentang 6.088-6.111.
“Hal tersebut berarti, IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 6.088-6.111,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Selasa (29/9).
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Selasa (29/9) meliputi AADI, BRPT, PSAB, dan PTRO.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
