Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Menguat, Didorong Data Ekonomi Domestik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Kamis (11/5). Pada perdagangan hari Rabu (10/5), IHSG menguat 31,925 poin (0,47 persen) ke level 6.811,905.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang meperkirakan IHSG berpeluang lanjutkan rebound ke range 6.820-6.840, jika menjaga posisinya di atas level psikologis 6800 di Kamis. Rebound Rabu memperkuat sinyal golden cross dari Stochastic RSI. MACD berpotensi membentuk golden cross, jika mengkonfirmasi rebound ke 6.840.

"Data ekonomi domestik kembali menjadi katalis positif utama bagi IHSG. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan penjualan ritel sebesar 4,9 persen yoy di Maret 2023 dari 0,6 persen yoy di Februari 2023," kata Alrich, Kamis (11/5).

instagram embed

Tren pertumbuhan penjualan ritel diperkirakan terus berlanjut di April-Mei 2023. Data ini juga memperkuat dorongan rotasi ke saham-saham terkait konsumer.

Dari eksternal, pasar masih terus mencermati perkembangan pembahasan kesepakatan terkait debt ceiling di AS sebelum debt ceiling tercapai di awal Juni 2023.

Sementara itu, Tim Analis MNC Sekuritas mengatakan penguatan IHSG akan cenderung terbatas untuk menguji 6.824-6.855.

"Selama IHSG belum mampu menembus 6.971 sebagai resistancenya, maka IHSG rawan terkoreksi kembali ke rentang area 6.673-6.705," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

MNC Sekuritas merekomendasikan sederet saham, yaitu ADRO, BRPT, JPFA, dan MEDC.

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.