Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Menguat, Didorong Data Pertumbuhan Ekonomi RI 5,11 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (8/5). Pada perdagangan Selasa (7/5), IHSG ditutup melemah 12,278 poin atau 0,17 persen ke level 7.123,612.

Phintraco Sekuritas memperkirakan fluktuasi IHSG diperkirakan masih berlanjut di perdagangan terakhir pekan ini. IHSG diperkirakan kembali fluktuatif dalam rentang 7.100-7.150 di Rabu.

Sentimen IHSG dalam negeri yaitu nilai tukar rupiah cenderung bertahan di kisaran Rp 16.000 per Dolar AS sejak rilis data-data sektor tenaga kerja AS di akhir pekan lalu. “Realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5.11 persen yoy di kuartal I 2024 turut menopang IHSG dari kecenderungan capital outflow yang masih berlanjut di pasar modal Indonesia,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (8/5).

Indeks-indeks di Eropa menguat sampai dengan Selasa sore. Penguatan ditopang oleh sentimen the Fed. CME FedWatch Tools mencatat peluang pemangkasan the Fed Rate kembali naik ke 49,7 persen. Kondisi ini berpotensi menopang IHSG di Rabu.

Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut selama IHSG masih mampu berada di atas 7.026 sebagai supportnya, koreksi IHSG akan relatif terbatas untuk menguji 7.095-7.113.

“Selanjutnya, IHSG masih berpeluang untuk menguji area 7.289,” tutur Herditya.

Berikut rekomendasi saham dari MNC Sekuritas:

ERAA-Buy on Weakness

Buy on Weakness: 406-414

Target Price: 436, 450

Stop loss: below 394

INCO-Buy on Weakness

Buy on Weakness: 4.370-4.540

Target Price: 4.830, 5.000

Stop loss: below 4.040

MBMA-Buy on Weakness

Buy on Weakness: 525-550

Target Price: 595, 650

Stop loss: below 510

UNVR-Buy on Weakness

Buy on Weakness: 2.420-2.490

Target Price: 2.680, 2.840

Stop loss: below 2.330

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.