Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Menguat, Intip Saham yang Direkomendasikan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melihat layar pergerakan saham di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga melihat layar pergerakan saham di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (22/5) atau akhir perdagangan pada pekan ini. Pada perdagangan Selasa (21/5), indeks saham ditutup melemah 80,653 poin atau 1,11 persen ke level 7.186.

Berdasarkan analisa teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.160–7.240.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan yang berada pada kisaran 5,1-5,5 persen dan inflasi tahun depan diperkirakan berada pada rentang 1,5-3,5 persen.

Dengan adanya risiko dan ketidakpastian perekonomian global, yield Surat Berharga Negara (SBN) Tenor 10 tahun diperkirakan berada pada kisaran 6,9-7,3 persen.

“Kami menilai target pemerintah untuk tahun 2025 cukup optimis dan dalam hal ini dapat menjadi harapan bagi pertumbuhan perekonomian di tahun depan yang sudah memasuki pemerintahan transisi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas, Rabu (21/5).

Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas mengingatkan waspada penurunan lebih dalam jika IHSG turun di bawah support 7.052. Koreksi masih wajar dan berpotensi menguji support 7.150.

“IHSG kembali mengalami koreksi setelah sebelumnya sempat menembus resisten 7.266. Ada potensi harga memantul dari area support,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Adapun rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas yaitu BRPT dan SIDO. Sedangkan top picks saham dari Pilarmas Investindo Sekuritas antara lain EXCL, BRPT dan GZCO.

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.