IHSG Diprediksi Menguat, Investor Cermati Arah Kebijakan Moneter The Fed
·waktu baca 2 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Kamis (6/6). Pada perdagangan Rabu (5/6), IHSG ditutup melemah 151,64 poin atau 2,14 persen ke level 6.947,670.
Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, mengatakan IHSG tetap berpeluang rebound dan kembali ke atas level psikologis 7.000 di hari ini. Sentimen IHSG didorong penguatan signifikan indeks-indeks global seiring perubahan pandangan pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed dan antisipasi pemangkasan ECB Rate.
“Faktor lain yang memperbesar peluang di atas adalah rencana European Central Bank (ECB) untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps pada pertemuan hari ini,” kata Valdy, Kamis (6/6).
Dari pasar obligasi, U.S. 10-year Treasury Yield melanjutkan pullback di Rabu seiring dengan peningkatan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan the Fed di September 2024.
Pada perdagangan Rabu kemarin, BBCA, BBRI dan BBNI, termasuk TLKM dan ASII menjadi penopang IHSG dari potensi pelemahan lebih dalam.
Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 6.884-6.900 sekaligus menutup gap.
“Dengan terkoreksinya IHSG ke bawah area support 6,958, maka dengan demikian posisi IHSG diperkirakan sedang berada di awal wave [v] dari wave C dari wave (2),” ujar Herditya.
Top picks saham dari Valdy antara lain BBCA, BBRI, BBNI, ASII, TLKM, JSMR dan SIDO. Sedangkan Herditya merekomendasikan saham ASII, BULL dan KLBF.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
