IHSG Diprediksi Menguat, Investor Diimbau Waspadai Potensi Koreksi
·waktu baca 2 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Senin (28/4), setelah pada Jumat (25/4) ditutup menguat signifikan sebesar 0,99 persen ke level 6.679.
Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa penguatan IHSG didukung oleh performa positif seluruh sektor. Secara teknikal, IHSG masih tertahan di level pivot 6.700 dengan indikator Stochastic RSI yang mendatar di area overbought.
"Sehingga, kami memperkirakan IHSG masih dapat menguji 6.700 di Senin (28/4)," kata Valdy.
Dari sisi domestik, perhatian investor mulai mengarah pada rilis data inflasi Indonesia yang dijadwalkan keluar pada akhir pekan depan, Kamis (2/5). Inflasi April diperkirakan mengalami kenaikan menjadi 1,2 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan 1,03 persen yoy pada Maret. Sementara itu, inflasi inti diprediksi meningkat terbatas sebesar 20 basis poin ke level 2,5 persen. Kenaikan ini bertepatan dengan periode Idulfitri yang jatuh pada awal April.
Sementara dari global, fokus pasar akan tertuju pada rilis data Advance GDP Growth Rate kuartal I 2025 dan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk bulan Maret yang akan keluar pada Rabu (30/4). Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan melambat drastis ke 0,4 persen dari 2,4 persen di kuartal sebelumnya, seiring dampak dari fluktuasi kebijakan tarif perdagangan.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG memiliki support di kisaran 6.600 dan resistance di 6.750. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain INTP, WIFI, JPFA, MAPA, HRTA, dan MIDI.
Di sisi lain, MNC Sekuritas mencatat penguatan IHSG pada Jumat lalu terjadi disertai dengan volume pembelian yang kuat, dan indeks masih bertahan di atas garis MA60. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa penguatan IHSG diperkirakan sudah berada di akhir wave [a] dari wave B, sehingga ruang penguatan dinilai akan terbatas dalam waktu dekat.
"IHSG berpotensi menguji resistance 6.709–6.784 terlebih dahulu, sebelum kemudian rawan terkoreksi ke rentang 6.333–6.571," tulis Analis MNC Sekuritas dalam risetnya.
MNC Sekuritas juga memberikan sejumlah strategi saham berbasis analisis teknikal. Untuk AKRA, BRIS, dan BRPT, mereka merekomendasikan strategi Buy on Weakness dengan kisaran beli saat terjadi koreksi harga. Sementara untuk MEDC, strategi yang disarankan adalah Speculative Buy, mengingat koreksi diperkirakan relatif terbatas dengan potensi kenaikan kembali dalam waktu dekat.
Adapun level support dan resistance IHSG pekan ini dipetakan di 6.373 dan 6.707, dengan support kuat tambahan di area 6.148 dan resistance lanjutan di 6.877.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor. Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan membeli atau menjual produk investasi tertentu.
