Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Menguat, Investor Waspadai Capital Outflow dan Fluktuasi Rupiah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Foto: ANTARA FOTO/ Wahyu Putro
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Foto: ANTARA FOTO/ Wahyu Putro

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Kamis (26/10). Pada perdagangan Rabu (25/10), IHSG ditutup menguat 27,626 poin atau 0,41 persen ke level 6.834,388.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi dengan potensi kenaikan terbatas yang masih mungkin terjadi.

“Namun mengingat capital outflow yang tercatat secara ytd serta fluktuasi nilai tukar rupiah maka adanya potensi koreksi wajar tetap perlu diwaspadai,” kata William.

William menyebut kondisi perekonomian yang stabil terlihat dari rilis data perekonomian yang telah terlansir, juga menjadi faktor penunjang pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Ia memperkirakan IHSG di rentang 6.702-6.899.

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sementara itu, Analis Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan, IHSG kemungkinan akan melanjutkan tren turun sebelumnya menuju 6.666 apabila kembali menembus ke bawah 6.747.

“IHSG masih ditutup di bawah resisten 6.869 dengan candle shooting star yang mengisyaratkan peluang untuk melemah dan menguji kembali support 6.747,” lanjutnya.

Ivan memprediksi level support IHSG berada di 6.747, 6.700, 6.666 dan 6.633, sementara level resistennya di 6.869, 6.968 dan 7.020. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish.

William merekomendasikan sederet saham yaitu BBCA, UNVR, BMRI, JSMR, LSIP, SMGR, dan ASRI. Sedangkan menurut Ivan, beberapa saham yang bisa diperhatikan investor antara lain MDKA, PTBA, TKIM, TLKM dan UNTR.

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

embed from external kumparan