Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Refleksi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Refleksi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, laju IHSG akan bergerak di level support 6.277 dan level tertinggi 6.394 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Senin (15/3), IHSG ditutup melemah ke level 6.324,26 atau turun 0,53 persen.

“Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi seakan pulled back upper bollinger bands dan resistance fractal yang berada dikisaran 6394. Indikator stochastic golden-cross pada area oversold dan indikator RSI memberikan momentum positif sehingga tren penguatan yang masih cukup kuat mengiringi pergerakan IHSG selanjutnya. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan selanjutnya,” tulis Lanjar dalam risetnya, Selasa (16/3).

Sementara itu, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG saat ini terlihat sedang melalui fase konsolidasi wajar. Menurut William, fluktuasi dari nilai tukar rupiah serta harga komoditas disinyalir akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG dalam beberapa waktu mendatang.

Ilustrasi bermain saham. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Sehingga menurutnya selama IHSG dapat dipertahankan di atas resisten level terdekat maka IHSG masih akan berada dalam pola uptrend jangka pendeknya. “Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas,” ujarnya.

Berikut beberapa saham-saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).