Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Turun, Investor Cerna Dampak Keluarnya Sejumlah Saham dari MSCI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada level 6.700-6.650 pada pembukaan perdagangan Senin (18/5). Pada Rabu (13/5), IHSG ditutup anjlok 135,579 poin atau 1,98 persen ke level 6.723,320.

“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 6.700-6.650 pada perdagangan pekan depan (ini),” kata analis Phintraco Sekuritas, dalam keterangannya, Senin (18/5).

Menurut analis Phintraco, sentimen masih dari beberapa saham RI yang dikeluarkan oleh MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index pada pengumuman review kuartalan Mei 2026.

“Perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi sebelumnya dan optimisme investor bahwa Indonesia masih tidak berubah di Emerging Market,“ katanya.

Dari domestik, investor mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap di 4,75 persen pada Rabu (20/5).

Saham-saham yang dapat direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada Senin (18/5) meliputi CPIN, PGEO, JPFA, BTPS, SUPA, dan BULL.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG pada Senin (18/5) melemah ke level 6.715-6.590.

“IHSG masih terlihat oversold berdasarkan indikator RSI dan kemungkinan akan menguji wave 5/A. Sementara itu, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, dan volume mengalami penurunan,” tulis Nafan dalam keterangannya, Senin (18/5).

Nafan mengatakan market masih merespons netral hingga negatif karena pertemuan AS-China belum menghasilkan kesepakatan substansial yang bersifat mengikat terkait stabilitas kawasan Timur Tengah dan pembukaan normal jalur Selat Hormuz.

“Apalagi ditambah ancaman Trump yang siap meningkatkan intensitas militer jika Teheran tidak melunak sehingga hal ini menandakan bahwa risiko geopolitik di Timur Tengah masih sangat rapuh,” tuturnya.

Sementara itu, investor masih mencerna dampak keluarnya sejumlah saham Indonesia dari MSCI Global Standard maupun Small Cap Index pasca pengumuman MSCI pekan lalu. Diperkirakan foreign outflow masih berlanjut dengan penurunan intensitas dibanding pada saat awal kepanikan.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah yang masih tertahan di kisaran Rp 17.597 per USD tetap menjadi faktor penekan utama bagi volatilitas indeks.

Saham-saham yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Senin (18/5) meliputi PGEO, TAPG, dan WIFI.

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.