IHSG Diproyeksi Bergerak Konsolidasi, Harga Minyak dan Rupiah Jadi Sentimen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak dalam rentang 6.300-6.400 pada perdagangan Kamis (24/9). IHSG ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.374,91 pada perdagangan Rabu (23/9).
Analis Phintraco Sekuritas melihat penguatan IHSG merespons penurunan harga minyak yang saat ini diperdagangkan di sekitar USD 90 per barel. Selain itu, penguatan IHSG juga sejalan dengan penguatan rupiah terhadap dolar AS.
“Secara teknikal, IHSG masih bergerak di bawah MA5, dengan Stochastic RSI telah berada pada area oversold. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6,300–6,400 pada perdagangan Kamis (24/9),” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (24/9).
Dari sisi domestik, sentimen IHSG turut ditopang keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dan sejalan dengan ekspektasi pasar.
Sementara itu, harga minyak kembali melemah ke sekitar USD 90 per barel. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya sinyal diplomatik antara AS dan Iran yang berpotensi meredakan risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.
Rupiah di pasar spot juga menguat 0,31 persen ke level Rp 17.795 per dolar AS pada perdagangan Rabu (23/9).
Analis MNC Sekuritas mencatat penguatan IHSG sebesar 1,56 persen ke level 6.374 disertai munculnya volume pembelian. Penguatan tersebut juga membuat IHSG kembali berada di atas MA60 dan telah mencapai area penguatan yang sebelumnya diperkirakan.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave a dari wave (x), sehingga IHSG akan menguji dahulu rentang area 6,208-6,258. Area penguatan terdekat IHSG selanjutnya berada di 6,387-6,418,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis (24/9).
Analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham CUAN, EMAS, INDY, dan VKTR untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis (24/9).
****
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
