Kumparan Logo

IHSG Diproyeksi Bergerak Menguat di Level 6.500-6.550, Ini Faktornya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG ditutup menguat pada level 6.462.43 atau 0,40 persen di perdagangan Kamis (17/9). Hari ini, penguatan itu diproyeksi berlanjut. Anali Phintraco Sekuritas memproyeksi secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level 6.400 dan indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area oversold. “Sehingga diperkirakan IHSG bergerak cenderung menguat menguji level 6.500-6.550 pada perdagangan Jumat (18/9),” tulis Phintraco pada Jumat (18/9). Adapun beberapa sentimen terkait dengan DPR yang menilai batasan defisit APBN sebesar 3 persen dari PDB perlu dikaji kembali. Saat ini DPR sedang menjalankan Revisi UU Keuangan Negara, diantaranya membahas batas defisit APBN. Selama ini Pemerintah mengacu UU no.17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara dalam menjalankan pengelolaan keuangan negara, di mana disebutkan defisit APBN dibatasi maksimal 3 persen dari PDB. Phintraco menjelaskan bahwa pasar mencermati kondisi jika batas defisit tersebut benar dinaikkan dari level 3 persen PDB, maka dampak positif yang mungkin terjadi adalah dapat memberi fleksibilitas dalam membiayai program-program pemerintah. “Namun risiko yang perlu diperhatikan diantaranya potensi kenaikan utang dan beban bunga pemerintah untuk membiayai tambahan defisit tersebut, yang juga dapat berdampak pada kurang terserapnya SBN yang diterbitkan pemerintah dan obligasi korporasi yang diterbitkan swasta. Selain itu investor global dan lembaga pemeringkat internasional dapat menganggap disiplin fiskal Indonesia melemah sehingga berpotensi memicu penurunan peringkat kredit, capital outflow dan pelemahan rupiah,” tulis Phintraco. Adapun beberapa saham yang bisa dicermati hari ini menurut Phintraco adalah BYAN, DSSA, CUAN, ADRO, PTRO dan ADMR. Selain itu, analisis dari Pilarmas Sekuritas juga menilai IHSG akan menguat. Namun, penguatan akan terjadi secara terbatas. “Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas* dengan support dan resistance 6.400– 6.535,” tulisnya. Adapun pada perdagangan Kamis (17/9), sektor consumer cyclicals menjadi yang paling kuatnya naiknya dengan menguat 1,63 persen. Sementara itu, sektor healthcare berada di posisi terendah dengan melemah 0,55 persen. Beberapa saham yang bisa diperhatikan menurut Pilarmas di antaranya adalah PTRO, HRUM dan ADMR.

##########

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.