Kumparan Logo

IHSG Diproyeksi Menguat, Analis Sebut Investor Perlu Waspadai Aksi Profit Taking

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada Jumat (23/10). Sebelumnya, IHSG berakhir di zona hijau, dengan ditutup menguat 1,12 persen atau sebesar 59,54 poin ke 5.387,91 pada penutupan perdagangan Kamis (22/10).

Phintraco Sekuritas menilai investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung pada akhir pekan, seiring meningkatnya ketidakpastian global. Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpeluang menguji level resistance di 5.400 pada Jumat (23/10).

“IHSG berpeluang menguji level resistance 5.400 dan jika bertahan di atas level tersebut berpotensi untuk melanjutkan penguatan. Sedangkan level 5.300 menjadi support terdekat untuk menjaga momentum positif dan mengantisipasi potensi tekanan jual,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Jumat (23/10).

Phintraco Sekuritas menambahkan, apabila mampu bertahan di atas level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan. Sementara itu, level 5.300 diperkirakan menjadi support terdekat untuk menjaga momentum.

“Jika menembus level tersebut, berpotensi menguji level support berikutnya di 5.180-5.200,” sebut Phintraco.

Dari sisi eksternal, kenaikan harga minyak dinilai berpotensi memperbesar tekanan inflasi global dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko suku bunga Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed), bertahan di level tinggi atau kembali naik.

“Sehingga berpotensi menekan pasar saham dan obligasi serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan,” sebut Phintraco Sekuritas.

Di tengah kondisi ini, Phintraco Sekuritas melihat sektor energi, terutama minyak dan gas, berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga minyak. Sementara itu, sektor batu bara berpeluang mendapat sentimen positif seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global.

“Meskipun dampaknya tetap bergantung pada harga komoditas dan kondisi fundamental masing-masing emiten,” lanjut Phintraco Sekuritas.

Untuk perdagangan Jumat (23/10), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham MAPI, MDKA, AMMN, TPIA, ADRO, dan ANTM sebagai pilihan saham.

Senada, analis MNC Sekuritas melihat penguatan pada Kamis (22/10) volume pembelian yang masih dominan dengan area penguatan minimal sebelumnya tercapai. Posisi IHSG diperkirakan berada pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v].

“Dengan peluang menguat menuju 5,458-5,563, (pada perdagangan Jumat),” kata MNC Sekuritas melalui risetnya.

Kendati demikian, MNC Sekuritas menyarankan untuk mencermati akan adanya potensi lanjutan koreksi dalam jangka pendek ke rentang 5.332 hingga 5.366.

Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham BRMS, CUAN, HRTA, dan UNVR untuk diperhatikan sepanjang Jumat (23/10).

—

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan Keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu

instagram embed