IHSG Ditutup Menguat 3,04 Persen Usai Pengumuman Indonesia Resesi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan saham hari ini, Kamis (5/11). IHSG ditutup menguat 155,127 poin (3,04 persen) ke 5.260,326.
Sementara indeks LQ45 ditutup naik 35,023 poin (4,48 persen) ke 816,115. Sebanyak 320 saham naik, 140 saham turun, dan 150 saham stagnan.
Padahal pada hari ini, BPS mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2020 minus 3,49 persen. Artinya Indonesia jatuh ke jurang resesi, menengok pada kuartal II 2020 juga minus.
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 838.592 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 14,643 miliar saham senilai Rp 9,902 triliun. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 6.132,767 triliun.
Saham-saham top gainers indeks sore ini di antaranya Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) naik 62 poin (31,31 persen) ke Rp 260, Yanaprima Hastapersada (YPAS) naik 64 poin (25 persen) ke Rp 320, Bank Nationalnobu (NOBU) naik 200 poin (24,54 persen) ke Rp 1.015, Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) naik 56 poin (21,21 persen) ke Rp 320, dan Keramika Indonesia Assosiasi (KIAS) naik 10 poin (20,00 persen) ke Rp 60.
Mengutip data perdagangan Bloomberg, nilai tukar rupiah sore ini menguat 185 poin atau 1,27 persen terhadap dolar AS menjadi Rp 14.380. Sementara kurs tengah Bank Indonesia atau JISDOR, nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar AS berada di level Rp 14.439.
Berikut kondisi bursa saham Asia sore ini:
Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 410,28 poin (1,73 persen) ke 24.105,28
Indeks SSE Composite naik 42,69 (1,30 persen) ke 3.320,13
Indeks Straits Times di Singapura naik 67,78 poin (2,69 persen) ke 2.582,76
Indeks KOSPI di Korea Selatan naik 56,47 poin (2,40 persen) ke 2.300,16
