Kumparan Logo

IHSG Hari Ini Diprediksi Cenderung Bergerak Tertahan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak tertahan hari ini. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.000 dan level tertinggi 6.088 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Rabu (9/6), IHSG ditutup menguat ke level 6.047,47 atau naik tipis 0,80 persen.

“Pergerakan indikator Stochastic memberikan arah signal yang negatif ditambah penurunan akselerasi histogram pada indikator MACD menambah kekhawatiran adanya pelemahan hingga penutupan gap pada pergerakan mendatang. Sehinga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertahan pada perdagangan selanjutnya,” tulis Lanjar dalam risetnya, Kamis (10/6).

Refleksi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Sementara itu, Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan pola pergerakan IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajarnya. Menurut William jika IHSG mampu menembus level resisten terdekat maka IHSG masih berpeluang untuk kembali pada jalur uptrend jangka pendeknya.

“Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).