IHSG Terjun 7,3 Persen dalam Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan akibat kekhawatiran mewabahnya virus corona di beberapa negara. Dikutip dari keterangan resmi Bursa Efek Indonesia, Sabtu (29/2) dalam sepekan ini IHSG tercatat anjlok sebesar 7,30 persen atau berada pada posisi 5.452,704 dari level 5.882,255 pada penutupan pekan sebelumnya.
Penurunan laju pergerakan IHSG juga diikuti dengan turunnya nilai kapitalisasi pasar sebesar 7,30 persen ke posisi Rp 6.304,205 triliun dari Rp 6.800,649 trilun pada pekan perdagangan minggu lalu.
Data perdagangan selama sepekan ini juga ditutup bervariasi. Rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 15,60 persen atau sebesar Rp 7,068 triliun dari Rp 6,114 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian juga ikut naik sebesar 9,91 persen atau setara 6,860 triliun unit saham dari 6,241 triliun unit saham pada penutupan minggu lalu. Pada pekan ini, rata-rata frekuensi transaksi harian juga turut mengalami kenaikan sebesar 13,26 persen atau sebesar 429.943 ribu kali transaksi dibandingkan minggu lalu yang tercatat sebesar 379.618 ribu kali transaksi.
Pekan ini, tepatnya pada Jumat (28/2) terdapat pencatatan Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT PP Properti Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp 416.465.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi ini adalah BBB+(idn) (Triple B Plus) dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 8 Emisi dari 7 Emiten senilai Rp 12,56 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 428 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 448,73 triliun dan USD 47,5 juta, diterbitkan oleh 117 Emiten.
Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp 2.818,93 triliun dan USD 400 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp 10,21 triliun. Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 17,21 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp 4,723 triliun.
