Kumparan Logo

IHSG Terkoreksi 16,7 Persen Sepanjang Oktober, OJK Ungkap Kondisi Pasar Modal

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengungkap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 16,7 persen secara bulanan (month-to-date/mtm) hingga akhir Oktober 2026.

Per 30 Oktober 2026, IHSG ditutup di level 5.057,05. Padahal, pada akhir kuartal III 2026, indeks masih berada di level 6.071,14.

Friderica mengatakan, pasar modal domestik sebenarnya sempat mengalami pemulihan secara bertahap pada kuartal III 2026 di tengah ketidakpastian global.

IHSG menguat 7,58 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), didorong masuknya kembali dana asing ke pasar saham, terutama pada Juli dan Agustus.

“Hal ini menguat 7,58 persen quarter-to-quarter seiring kembali masuknya dana asing ke pasar saham domestik, terutama di Juli dan Agustus. Namun demikian, sebagaimana kita semua ketahui, pada Oktober 2026, IHSG terkoreksi pasca pengumuman konsultan MSCI,” ujar Friderica saat konferensi pers KSSK di kantor BI, Jakarta, dikutip Rabu (4/11).

Di tengah tekanan pasar saham, industri pengelolaan investasi masih menunjukkan kinerja relatif stabil. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp 640,05 triliun per 27 Oktober 2026, tumbuh 0,46 persen secara bulanan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi di agenda OJK Digiclass Sekolah Rakyat di Pusdiklatbangprof Kementerian Sosial RI, Selasa (27/10/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Pertumbuhan ditopang oleh net subscription atau pembelian bersih reksa dana sebesar Rp 14,11 triliun sepanjang Oktober 2026.

Friderica melanjutkan, minat korporasi domestik untuk menghimpun dana melalui pasar modal juga masih tinggi. Hingga 28 Oktober 2026, nilai penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 202,04 triliun.

Penghimpunan dana tersebut didominasi penerbitan efek bersifat utang dan sukuk senilai Rp 150,43 triliun.

Sementara itu, basis investor pasar modal terus bertambah. Jumlah single investor identification (SID) mencapai 33,36 juta per 26 Oktober 2026, atau tumbuh 63,94 persen sejak awal tahun (year-to-date/ytd).

instagram embed