Kumparan Logo

Imbas Pandemi, Tempat Kursus Pangkas Rambut Ramai Diserbu Eks Pekerja Korban PHK

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi cukur rambut. Foto: Ainul Qalbi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cukur rambut. Foto: Ainul Qalbi/kumparan

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di masa pandemi COVID-19 membuat sebagian orang memilih untuk membuka usaha baru. Salah satu jenis usaha yang menjadi pilihan adalah jasa kursus cukur rambut.

Jasa kursus cukur rambut ini menjadi pilihan karena kebiasaan masyarakat yang saat ini enggan keluar rumah.

Peluang inilah yang diambil oleh sebagian korban PHK untuk tetap bisa bertahan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

Joema Setyono (45), salah satu tukang cukur panggilan yang juga instruktur cukur rambut mengakui permintaan pesanan cukup tinggi pada saat pandemi.

“Waktu pandemi memang banyak peminatnya. Baik untuk belajar cukur atau jasa panggilan,” katanya kepada kumparan, Sabtu (29/5).

Perlengkapan cukur rambut. Foto: Shutterstock

Joema yang telah berpengalaman menjadi tukang cukur selama lima tahun ini menuturkan, layanan kursus cukur rambut mengalami peningkatan yang cukup tajam selama pademi COVID-19.

Untuk layanan kursus ia mematok Rp 1,8 juta per orang untuk 20 kali pertemuan. Kursus cukur rambut yang berada di kawasan Jakarta Timur ini pun meningkat dua kali lipat dibanding sebelum pandemi COVID-19.

“Oh banyak peminatnya terjun ke seni rambut banyak orang yang putus hubungan kerja,” imbuhnya.

Menurutnya dibanding sebelum pandemi terjadi kenaikan dua kali lipat. Menurut catatannya, sebelum pandemi ada sekitar 1-3 orang yang mendaftar. Mayoritas orang-orang yang mendaftar adalah laki-laki dengan usia relatif dewasa.

Kini ia lebih fokus untuk mengembangkan kursus cukur rambut dibanding jada panggilan cukur rambut yang ia geluti sejak beberapa tahun ini. Joema saat ini juga telah membuka kursusya di rumah sambil mengambil orderan cukur rambut panggilan.