Imbas Virus Corona Masuk Indonesia: Masker dan Hand Sanitizer Jadi Primadona

Dua warga Depok, Jawa Barat, yang merupakan ibu dan anak, dinyatakan positif tertular virus corona, Senin (2/3).
Presiden Jokowi mengatakan keduanya tertular dari salah seorang warga negara Jepang.
Tak lama setelah kabar itu diumumkan, warga yang merasa panik mulai memburu masker dan hand sanitizer. Akibatnya dua barang tersebut mengalami kelangkaan hingga kenaikan harga yang signifikan.
Berikut kumparan rangkum mengenai kelangkaan serta mahalnya harga masker dan hand sanitizer di Jakarta.
Apotek di DKI Kehabisan Stok Masker
kumparan mengecek beberapa apotek untuk melihat stok masker yang mereka punya saat ini. Hasilnya, tiga apotek dan satu minimarket yang kami datangi tak lagi memiliki stok masker.
Karyawan Apotek Century Mampang Prapatan di Jakarta Selatan, Rezky Puspita mengatakan, sejak ia bertugas siang ini, sudah lebih dari 10 orang yang menanyakan masker.
“Banyak, dari tadi pas saya datang shift siang udah lebih 10. Stok sekali-kali datangnya, harganya masih normal Rp 15 ribu,” ujar Rezky kepada kumparan, Senin (2/3).
Setidaknya, selama 10 menit kumparan berada di apotek ini, ada empat pengunjung yang datang mencari masker.
Riri, salah satu pengunjung, mengaku ingin menyetok masker setelah mengetahui pemberitaan.
“Iya tadi diberitakan ada yang positif corona kan. Makanya mulai khawatir,” ujar Riri.
Kondisi serupa juga terjadi di Apotek K24 Duren Tiga. Saking ramainya yang bertanya sementara stok sudah habis, karyawan apotek ini akhirnya berinisiatif memajang tulisan ‘Masker Kosong’ di depan pintu masuk.
“Sejak ada pengumuman tadi jadi lebih intens nanya masker. 10 lebih, dua puluhan ada, enggak sampai 50-an ya, soalnya sudah dikasih tulisan,” jelas Tari, karyawan apotek tersebut.
Masker dan Hand Sanitizer di Pasar Pramuka Diserbu Warga
Aktivitas jual beli masker tampak cukup ramai di Pasar Pramuka, Jakarta Pusat, Senin sore (2/3). Terlihat banyak pedagang dadakan yang menjajakan masker di depan toko-toko.
Sepanjang kumparan berada di lokasi, para pedagang ini tak henti-hentinya melayani pembeli. Tak sedikit pula orang yang datang untuk membeli dalam jumlah banyak.
Hal itu terlihat dari dus demi dus masker yang dibuka tiap sebentar oleh para pedagang.
Selain masker, tampak pula orang-orang menanyakan dan membeli anti septik atau hand sanitizer. Beberapa pembeli sibuk mengangkat kantong-kantong berisi masker.
Harga Masker di Pasar Pramuka Capai Rp 1,1 Juta
Ramainya warga yang memburu masker membuat harganya melambung cukup tinggi. Harga yang ditawarkan pedagang untuk satu boks berkisar antara Rp 180.000 hingga Rp 1,1 juta.
Johan, salah satu pedagang yang kumparan temui di Pasar Pramuka, mengatakan ia mematok masker termurah Rp 180.000. Model lain yang ia jual yakni masker merek Sensi Rp 300.000 per boks.
“Merek Sensi dijual Rp 300.000 satu boks. Paling murah Rp 180.000 yang biasa,” ujar Johan.
Harga untuk satu merek yang sama bahkan bervariasi. Pedagang lainnya mengaku menjual masker Sensi Rp 370.000. Bahkan, ia menyetok masker dengan harga paling tinggi Rp 1,1 juta.
“Uvex itu kita jual Rp 1,1 juta per boks. Merek bi-mask Rp 180.000 paling murah. Sensi Rp 370.000,” ujar pedagang tersebut.
Masker N95 Tembus Rp 2 Juta
kumparan juga mengecek harga masker di toko online, yang menunjukkan adanya kenaikan harga. Termasuk untuk masker jenis N95.
Dalam kondisi normal, harga masker N95 hanya Rp 200.000 per kotak berisi 20 lembar atau setara Rp 10.000 per lembar. Tapi beberapa waktu lalu harga masker jenis ini sempat melambung hingga Rp 1,3 juta per kotak.
Bahkan masker jenis ini sempat turun, sebelum meroket lagi hari ini. Pengecekan kumparan di toko online, harga yang ditawarkan berkisar Rp 750.000 hingga Rp 800.000 per kotak. Bahkan ada yang menawarkan Rp 100.000 per pieces atau setara Rp 2 juta per kotak (isi 20 buah).
Hand Sanitizer Dibanderol Rp 180.000 per Botol
Harga hand sanitizer tak mau ketinggalan melambung. Sebab, cairan antiseptik ini juga turut langka seperti masker.
Salah satu pedagang bernama Johan mengatakan, tokonya mematok harga Rp 180.000 untuk botol besar hand sanitizer. Sedangkan botol kecil dijual Rp 40.000.
Padahal, biasanya harga hand sanitizer untuk ukuran botol besar, hanya dibanderol Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per botolnya.
"Hand sanitizer Rp 180.000. Yang kecil itu Rp 40.000. Itu memang sudah naik," ujar Johan melayani pelanggan.
Harga cukup fantastis itu nyatanya tak menciutkan niat warga membeli. Tampak seorang pembeli memborong 10 botol hand sanitizer.
"Ya namanya juga butuh. Daripada kena (corona)," ujar pembeli yang diketahui bernama Rizal.
Pedagang Masker Raup Rp 10 Juta dalam Sehari
Kenaikan harga dan banyaknya permintaan ini diakui oleh para pedagang mendatangkan rezeki yang jauh lebih tinggi dari hari-hari sebelumnya.
Johan mengakui meraup omzet cukup tinggi semenjak berita tersebut diumumkan. Ia enggan merinci berapa nominalnya, tetapi mengatakan terjual 20 boks sejak siang hari.
“Terjual 20 boks dari tadi, memang langsung melonjak hari ini,” ujar Johan.
Sementara pedagang lainnya mengakui omzet yang ia dapat untuk satu hari saja bisa lebih dari Rp 10 juta. Ia menaksir berdasarkan jumlah boks yang tersisa 41 dari 93 boks masker yang ia bawa tadi pagi.
“Datangnya 93 boks. Omzetnya bisa lebih Rp 10 juta, ini sisa 45 boks,” ujar pedagang yang enggan namanya ditulis ini.
Omzet itu cukup masuk akal, sebab dari pantauan kumparan beberapa pembeli tampak berbelanja dengan nominal cukup besar.
Rizal salah satunya, dalam bon belanjaannya tertulis Rp 1.470.000. Ia mengaku membeli dalam jumlah banyak untuk kebutuhan kantornya di Cawang.
“Buat di kantor. Sudah keliling-keliling tadi, lebih 5 apotek kosong. Sekarang hampir Rp 2 jutaan (total belanja),” jelasnya.
