Impor KRL Baru dari Jepang Ditargetkan Masuk 2024, Tarif Penumpang Bakal Naik?
·waktu baca 2 menit

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan mengenai dampak impor KRL baru terhadap tarif penumpang. Tiga rangkaian atau trainset KRL impor dari Jepang ditargetkan akan tiba di Indonesia pada 2024 mendatang.
“Tapi ada dampak lain juga, kereta baru ini bisa lebih mahal, dan biaya operasional kita itu yang membentuk tarif. Ini yang sedang kita komunikasikan, dampak terhadap subsidinya, dampak terhadap KAI dan KCI (Kereta Commuter Indonesia), dan besaran PMN,” kata VP Corporate Secretary KCI, Anne Purba, saat ngobrol santai di Depo KRL Depok, Selasa (11/7) malam.
Anne memastikan belum ada perubahan tarif penumpang KRL hingga saat ini. Adapun tarif KRL terdiri dari tarif yang dibayarkan penumpang dan tarif dengan skema subsidi atau Public Service Obligation (PSO).
“Jadi ini yang kita hitung dampak seperti apa, tapi bukan berarti tarif tiba-tiba dinaikin, enggak seperti itu juga,” ujar Anne.
Dengan adanya impor KRL baru, kata Anne, maka pemeliharaan rangkaian kereta diharapkan lebih efisien. Efisiensi perawatan kereta juga didukung dengan perubahan teknologi.
“Ini lagi dikaji sebenarnya (tarif penumpang) kereta baru. Ada hal yang diefisienkan seperti biaya, perawatan, dan lainnya,” ungkap Anne.
Anne menuturkan, proses pembelian sedang dalam tahap penilaian administratif dan negosiasi dengan pihak pabrik di Jepang. KCI juga tengah menyusun spesifikasi teknis rangkaian KRL bersama Ditjen Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan pihak Jepang.
“Kita terus melakukan kajian bersama tim sudah mendapat skema yang baik dengan tujuan utama pelayanan masyarakat, keuangan KCI dan KAI, dukungan pemerintah terhadap PMN supaya kebutuhan ekosistem dalam negeri bisa didukung,” tutur Anne.
Selain beli baru, Anne mengungkapkan rencananya akan ada 24 kereta baru hasil pabrikan PT INKA (Persero) pada 2024. Rinciannya, ada 16 rangkaian kereta baru yang siap digunakan tahun 2023-2024, dan sisa 8 rangkaian akan menyusul pada 2027.
"Solusinya 3 KRL baru impor, 19 retrofit, 16 KRL untuk penambahan kapasitas. Ada penambahan 8 kereta tahun 2027 untuk replacement," terang Anne.
