Impor Minyak Sawit India Melonjak 94 Persen, Jadi Berkah Buat RI
ยทwaktu baca 2 menit

India menjadi salah satu negara langganan tujuan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia. Dikutip dari Reuters, Rabu (4/1), India mencatatkan lonjakan impor minyak sawit hingga 94 persen pada Desember 2022 dibanding tahun sebelumnya.
Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi mengatakan prospek ekspor minyak sawit Indonesia ke India masih sangat baik.
"India, selain RRC, merupakan pasar utama ekspor minyak sawit Indonesia. Permintaan ekspor masih akan tinggi selama suplai minyak nabati di pasar global masih belum seimbang," kata Tofan kepada kumparan, Rabu (4/1).
GAPKI mencatat, ekspor produk minyak sawit pada bulan Oktober 2022 naik menjadi 3,6 juta ton dibandingkan dengan ekspor bulan September 2022 sebesar 3,1 juta ton, dan kenaikan terbesar pada olahan CPO sebesar 303 ribu ton.
"Berdasarkan tujuannya, kenaikan terbesar terjadi untuk tujuan China dengan 253,8 ribu ton menjadi 1,1 juta ton, dan Pakistan naik 249,6 ribu ton menjadi 376,8 ribu ton. Sedangkan ekspor untuk tujuan Bangladesh, Italia dan Spanyol serta beberapa negara lain turun," kata Tofan.
Minyak Sawit Jadi Pilihan Utama
Sebelumnya Reuters melaporkan, impor minyak sawit India mencapai 1,1 juta ton pada Desember 2022. Jumlah ini sedikit lebih rendah dari pembelian bulan November 2022 sebesar 1,14 juta ton, dan dibandingkan dengan level tertinggi sepanjang masa sebesar 1,26 juta ton pada bulan September 2021.
"Untuk pengiriman Desember, pembeli kebanyakan memesan di bulan November. Saat itulah harga minyak sawit mencapai USD 460 per ton lebih murah daripada komoditas saingannya, minyak kedelai dan minyak bunga matahari, karena Indonesia sedang berusaha mengurangi persediaannya," kata para importir dikutip dari Reuters.
Di lain sisi, impor minyak kedelai oleh India pada bulan Desember turun 36 persen dari tahun sebelumnya menjadi 252.000 ton, sementara impor minyak bunga matahari turun 26 persen menjadi 190.000 ton.
"India membeli minyak sawit terutama dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, sementara India mengimpor minyak kedelai dan minyak bunga matahari dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina," tulis Reuters.
