Kumparan Logo

INALUM Luncurkan Sertifikasi Green Aluminium, Incar Konsumen Luar Negeri

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Inalum. Foto: Dok. Inalum
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Inalum. Foto: Dok. Inalum

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) kepada pelanggan sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing dan memperluas akses aluminium Indonesia ke pasar global.

Peluncuran sertifikasi tersebut dilakukan bersamaan dengan ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026. Forum tersebut merupakan salah satu pertemuan tahunan industri aluminium global yang pada 2026 memasuki penyelenggaraan ke-40 dan dihadiri lebih dari 500 pelaku industri serta pengambil keputusan dari berbagai mata rantai industri aluminium dunia.

Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial INALUM Arif Haendra mengatakan, sertifikasi Green Aluminium menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Tim INALUM yang meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) di Fastmarkets International Aluminium Conference 2026. Foto: Dok. Inalum

“Pasar global semakin memberikan perhatian terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah. INALUM memiliki keunggulan karena proses produksi aluminium kami ditopang oleh energi berbasis tenaga air (renewable energy)," katanya dalam keterangannya, Rabu (20/9).

Keunggulan ini ingin, kata Arif, ingin terjemahkan menjadi posisi tawar yang lebih kuat, sehingga produk aluminium Indonesia semakin kompetitif dan memiliki akses yang lebih luas di pasar internasional.

INALUM merupakan satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia yang proses peleburannya ditopang oleh energi listrik berbasis tenaga air. Karakteristik tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam mengembangkan produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan produksi yang bergantung pada sumber listrik berbasis energi fosil.

Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok INALUM Jevi Amri mengatakan sertifikasi tersebut juga menjadi respons perusahaan terhadap perubahan kebutuhan pelanggan sekaligus upaya memperkuat posisi produk INALUM di pasar global.

“Bagi kami, Low Carbon Aluminium bukan hanya tentang proses produksi yang lebih rendah emisi, tetapi juga bagaimana keunggulan tersebut dapat menjawab kebutuhan pelanggan dan menciptakan peluang pasar baru. INALUM ingin memastikan bahwa kekuatan energi bersih yang kita miliki dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi aluminium Indonesia dalam rantai pasok global,” tutur Jevi.

Bendungan Tangga (Tangga Intake Dam) milik INALUM. Foto: Dok. Inalum

Upaya memperluas pasar tersebut turut diperkuat melalui kerja sama INALUM dengan sejumlah mitra internasional, antara lain Mitsubishi RtM Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) Singapore-Concord Inggris. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas jejaring internasional dan membuka peluang pengembangan pasar produk aluminium INALUM.

Peluncuran Low Carbon Aluminium di ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 juga menjadi sarana bagi INALUM untuk memperkenalkan kapabilitas industri aluminium Indonesia kepada pelaku industri, trader, pelanggan, dan mitra strategis internasional.

Melalui pengembangan produk rendah emisi karbon dan penguatan kolaborasi dengan mitra global, INALUM menyatakan terus mendorong daya saing aluminium Indonesia sekaligus mengambil bagian dalam perkembangan industri aluminium dunia yang bergerak menuju rantai pasok yang lebih berkelanjutan.