kumparan
31 Agustus 2018 19:07

INASGOC: Suvenir Asian Games Belum Dijual Secara Online

Maskot Asian Games yaitu Bhin-bhin, Atung, dan Kaka menghibur sejumlah pengunjung dengan menari di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (20/8/18). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Panitia pelaksana Asian Games 2018 (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee/INASGOC) menjelaskan tidak menjual suvenir secara online. Penjualan suvenir hanya dilayani secara offline dengan cara memesan ke stan di lokasi acara Asian Games 2018.
ADVERTISEMENT
Direktur Merchandise Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Mochtar Sarman mengatakan, pihaknya tidak mengetahui banyak masyarakat yang mengalami masalah saat memesan suvenir di toko-toko online.
“Kami belum buka secara online. Pre order saja kita harus datang ke venue di sini. Dan ini juga pre order pertama yang kami lakukan,” kata Mochtar saat ditemui di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (31/8).
Mochtar mengatakan, saat ini pihaknya tengah memproses pesanan-pesanan secara bertahap.
“Kita enggak bisa selesaikan semua dulu sekarang. Masih baru setengahnya saja,” tambahnya.
Suvenir Asian Games 2018 seperti gantungan kunci dan boneka maskot banyak diburu penonton. Panitia bahkan kewalahan melayani tingginya permintaan sehingga terus dilakukan restock persediaan suvenir. Restock hanya dilakukan oleh INASGOC di super store-nya yang berada di kawasan Bhin-bhin, Gelora Bung Karno, Jakarta.
Antrean layanan pre order boneka maskot Asian Games di GBK, Jumat (31/8/2018). (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
ADVERTISEMENT
Saat restock dilakukan, suvenir Asian Games hanya bertahan dalam kurun waktu kurang lebih 20 menit. Padahal masih ada ratusan orang yang mengantre di luar toko, berharap masih bisa mendapatkan satu boneka maskot Asian Games.
Agar bisa kebagian, tak jarang warga menunggu sejak pukul 06.00 WIB. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi bagi mereka yang memesan boneka maskot Asian Games secara online. Mereka yang terbiasa berbelanja secara daring pun berusaha untuk mendapatkan suvenir dengan menjelajahi situs resmi Asian Games.
Salah satunya adalah Edwina. Dia tertarik untuk membeli headband. Namun, saat mencari di situs belaanja online, Edwina tak kunjung mendapatkan. Akhirnya, Edwina memutuskan untuk membuka situs resmi Asian Games 2018.
ADVERTISEMENT
“Yang saya mau itu enggak ada di Blibli, lalu saya putuskan untuk membeli di situs resminya karena selain penjualan tiket kan juga ada jual merchandise tulisannya di website-nya,” kata Edwina kepada kumparan.
Tiba-tiba, lanjut Edwina, dia diarahkan ke website penjualan mainan bernama Character Land. Saat itu, Edwina memperkirakan barang bisa sampai sebelum final pertandingan Jujitsu dimulai pada 25 Agustus. Namun, sampai saat ini pun Edwina masih belum menerima barang tersebut.
“Saya padahal berharapnya bisa dipakai saat menonton final Jujitsu itu,” katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan